Thursday, 12 November 2015

Manajemen Kebun Hidroponik

Ketika bertanya tentang SOP perawatan Gully talang [1] di BBH, Alhamdulillah, Om Soelis menjawab secara lengkap, bagaimana cara mengelola kebun hidroponik, berikut penjelasannya :

  1. Pengecekan pompa & pembersihan max. Per 3 bulan/melihat kondisi. 
  2. Pembersihan guly dilakukan sehabis panen "wajib". 
  3. Penandaan generasi tanaman/penjadwalan difungsikan untuk rotasi tanaman dan tolak ukur produksi, agar terukur kapasitas dan prosuksi agar teratur. 
  4. Pembersihan tandon dilakukan sehabis panen jika; budidaya dilakukan 1 modul 1 tandon/pompa.

    Jika menggunakan sistem paralel/1 tandon/1pompa; pembersihan dapat dilakukan per 3 bulan sekai/lihat kondisi dan atau dapat dilakukan bersamaan dengan ketika pembersihan pompa, dan dapat juga setiap 2 kali rotasi tanaman; karena 2 rotasi panen sebaiknya dibersihkan karena air nutrisi/pekatan yang ada dikhawatirkan terdapat bahan/larutan nutrisi yang masih tersisa mengalami ketidak seimbangan komposisi nutrisi.

     
  5. Atap dan dinding juga sebaiknya dibersihkan secara berkala, karena; apabila atap kotor maka akan menggangu fotosintesis tanaman, yang berakibar tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik.
     
  6. Dalam memilih atap sebaiknya gunakan kaca/plastik UV yang baik dengan kadar UV 12-18%, disesuaikan kondisi tanaman dan lingkungan,

    Tapi untuk kita sebagai pemula kadar UV 14% sudah lebih dari cukup.

     
  7. Kebersihan lingkungan GH juga harus diperhatikan, karena lingkungan GH yang kurang bersih, patut dicurigai sebagai inang/sarang hama dan penyakit.
     
  8. Pemasangan plastik UV harus kencang dan tdk boleh kebalik, cirinya bagian luar dari lipatan ditempatkan bagian atas/yang terpapar langsung sinar matahari, karena sangat berhubungan dengan daya tahan plastik UV.

Referensi

  1. Membuat Sendiri Gully dari Talang Air, http://belajar.bebeha.org/2015/05/membuat-sendiri-gully-dari-talang-air.html

Tuesday, 10 November 2015

Berkenalan dengan The New Growing System (NGS)

Status : Draft
  1. Apa itu  NGS ?
  2. Apa perbedaan NGS dengan 6 sistem hidroponik yang sudah kita kenal terlebih dahulu ? [1]


Referensi

  1. Prinsip Dasar Hidroponik , http://belajar.bebeha.org/2014/05/prinsip-dasar-hidroponik.html
  2. New Growing System, System to Cultivate in the most arid areas, http://www.ceralqui.com/docu/NG_System.pdf
  3. No sterilisation needed with this growing system, http://www.farmersweekly.co.za/article.aspx?id=71191&h=No-sterilisation-needed-with-this-growing-system

Friday, 6 November 2015

Bagaimana Cara Menurunkan TDS ?

Status : Draft
Panduan Pertanyaan :
  1. Cara apa saja yang dapat digunakan untuk menurunkan TDS ?

Berikut tips dari : Andre Stars Eff 

Cara filter kimia fisika. Bahan2 yang diperlukan juga mudah diperoleh, seperti batu zeolit, karbon aktif, pasir silika, sapu ijuk.
dengan urutan filter: batu zeolit - karbon aktif - pasir silika- sapu ijuk. mohon dikoreksi jika ada kesalahan.
bahan2 tersebut bisa disusun dari atas ke dasar di pada tong besar atau galon yang bagian bawahnya diberi keran sebagai output air. supaya kualitas output air terjaga, tetap diperlukan perawatan berkala pada filter.

Tuesday, 27 October 2015

Manifold Hidroponik

c

Manifold hidoponik dipakai di instalasi NFT bertingkat
Contoh Instalasi Manifold Setapak Kebun Akuaponik. Perhatikan,
bagian bawahnya ia menggunakan oversock. 

Masih banyak orang yang belum mengetahui fungsi manifold dalam hidroponik Untuk menanam tanaman secara hidroponik tentu ada banyak sistem dan cara. Tergantung bagaimana anda mau memilih peralatan dan juga sistem hidroponik yang mau anda gunakan. Gambar diatas adalah manifold untuk membuat nft kit menggunakan pralon : Manifold intinya digunakan untuk membagi air dari pompa ke set peralon atau ke sistem hidroponik yang kita buat. Umumnya digunakan pada sistem nft namun tentu saja tidak menutup kemungkinan pada sistem yang lain.

Manifold biasanya digunakan untuk meja nft/dft susun/vertikultur om, kalau untuk meja datar dirasa tidak perlu menggunakan ini

Cara kerjanya :

Pompa dialirkan ke ke pipa 1/2 inch dan di teruskan ke dalam manifold, lalu dibagi ke beberapa bagian nepple yg sudah dipasang. Ukuran pipa tempat nepple dipasang pada gambar diatas adalah 2,5 inchi.

Jika ingin menggunakan pipa 1/2 inci untuk saluran air dari pompa, maka gunakan pipa 2 inci sebagai tempa nipple, kemudian gunakan  oversock untuk menghubungkan pipa 1/2 inci ke 2 inci.

Sumber : Dower Teknik Vertikultur

Wednesday, 14 October 2015

Analisis Biaya dan Pendapatan Usaha Tani Sayuran Hidroponik Skala Kecil dengan Sistem NFT

Oleh : Paktani Hydrofarm

Analisis Biaya dan Pendapatan Usaha tani Sayuran Hidroponik Sekala kecil dengan system NFT adalah sebagai berikut :

Biaya investasi dan penyusutan peralatan :

1. Biaya Penyusutan :
  1. Sewa lahan untuk luas 500 m2/musim tanam (1 tahun)
  2. Tendon air 100 liter 10 buah, Penyusutan ± 5 tahun Rp. 1.000 000,-
  3. Tray + pembibitan 1000 buah penyusutan 3 tahun  Rp. 350 000,-
  4. Pembuatan media tanam  dengan pipa pvc 2,5”( Paralon ) 320 batang, Penyusutan 5 tahun Rp. 14. 000 000,-
  5. Net /jaring 100 meter, penyusutan 2 tahun Rp. 1.250 000,-
  6. Pompa air 20 buah, penyusutan 1 tahun Rp. 1.500 000,-
  7. Lain-lain 10% dari total Investasi Rp. 1.800 000,-Total biaya investasi / penyusutan = V

 2.       Biaya Variabel tidak Tetap ( biaya produksi ):
  1. Larutan Nutrisi untuk 20 unit modul /media tanam dengan harga member  Rp.65 000 x 10 st / 10 000 ltr = Rp. 650 000.-
  2. Pemakaian listrik / bulan
  3. Rockwool media semai/tanam dengan harga member 8 slab x 55 000 = Rp. 440 000.-
  4. Pestisida nabati
  5. Air
  6. Benih untuk 20 modul tergantung benih Rp. 
  7. Tenaga kerja pengawas 2 orang x Rp 1.000 000 = Rp. 2.000 000,-
Total biaya Tetap = W
Biaya produksi awal = V + W

3. Bunga Pinjaman
5% dari biaya produksi = 5% x (V + W) = x

4. Biaya tak Terduga
5% dari biaya produksi awal = 5% x (V + W) = X
Jadi, total biaya produksi = ( V + W ) + 2X

5. Panen Total / Tahun
Setiap modul rata-rata mampu memproduksi sayuran sebanyak 416 tanaman, jika pertanaman memiliki berat 200 gram saja berarti 200 gr x 416  = 83 200 gram atau 83,2 kg. untuk satu kali panen selama  ± 35 hari.

6. Hasil produksi :
Dalam  sistem hidroponik NFT penanaman menggunakan cara rotasi sehingga diharapkan dapat menghasilakan sayuran segar  dengan panen tiap hari. Jadi jika jumlah 20 modul sudah bisa menghasilkan sayuran segar selama 1 bulan 83,2 kg x 20 = 1664 kg.
7. Keuntungan  :

Jika dalam 1 kg sayuran seharga Rp. 5000 dengan menjual langsung pada konsumen, maka Rp. 5000 x 1664 kg = Rp. 8.320 000.- dalam satu bulan.

Hitungan dalam 1 tahun = Rp. 8 320 000 x 12 bulan = Rp. 99.840 000,- 

Kotornya Rp. 99.840 000,- 

Dalam 1 tahun BEP
Budidaya sayuran daun  secara hidroponik sudah inpas 
NB : maaf ada beberapa nilai yang belum saya isi bisa disesuaikan masing2... Semoga bermanfaat

Salam ....
Paktani Hydrofarm


Referensi

  1. Analisis Biaya dan Pendapatan Usaha tani Sayuran Hidroponik Sekala kecil dengan system NFT, https://www.facebook.com/groups/hidroponiku/509126125764580

Kebutuhan Nutrisi, pH dan Masa Panen Sayuran

Dari sumber lain :


Thursday, 8 October 2015

Catatan Penting Hidroponik 100 : MICRONUTRIENTS, ESENSIAL BAGI PROSES PRODUKSI.

Ada yang beranggapan bahwa unsur mikro tidak sangat diperlukan, dan karenanya dapat diabaikan untuk proses produksi. Pendapat itu salah besar! Hanya karena dibutuhkan sedikit, lalu dianggap tidak esensial adalah “mindset” yang harus ditinggalkan.
Unsur mikro esensial adalah Fe (ferrum), Mn (manganium), Cu (cuprum), Zn (zincum), B (boron), dan Mo (molibden). Ada yang senang menambah panjang daftar ini, dengan memasukkan unsur Co (cobalt), Ni (nikkel), dan Cl (chlor, klor), yang penggunaannya jarang sekali, dan keperluannya sangat khusus. Misalnya untuk membiakkan bakteri Rhizobium, di dalam bintil-bintil akar tanaman kedelai. Diakui bahwa kedelai memang penting, dan unsur mikro diperlukan dalam inokulan pada perlakuan benih, tetapi budidaya hidroponik jauh sekali dari industri produksi kedelai, sehingga unsur-unsur mikro tersebut dapat diabaikan, dan tidak perlu dimunculkan dalam daftar unsur hara esensial mikro.
Unsur mikro esensial pada umumnya banyak berperan sebagai enzym, yang memicu dan memacu suatu proses. Tanpa dia, proses itu tidak akan jalan, dan tanaman mennjukkan gejala penyimpangan dari biasanya, dalam warna, bentuk, ukuran, rasa, dsbnya.
Jika timbul gejala defisiensi, atau “kahat”, maka itu merupakan suatu “warning”, bahwa unsur itu harus secepatnya ditambah, supaya proses hidup bisa kembali normal. Sebagai “pemadam kebakaran” biasanya koreksi yang tercepat ialah dengan “foliar application”, penyemprotan pada daun, jadi diantarkan ke sasaran yang memerlukannya, langsung diproses setempat, dan terkoreksilah kahat tersebut.
Kebanyakan unusr mikro ini terdapat dalam ikatan sulfat, misalnya ferro sulfat, mangan sulfat, cupro sulfat, dan zinc sulfat. B, boron, terdapat dalam bentuk asam borat, dan mungkin pula dalam bentuk borax. Molibden terdapat dalam ikatan Na molibden atau amonium molibden.
Karena ferro++ sering “jahil” atau “antagonistik”, maka “muatan listrik” yang 2 ++ itu dicoba “diberangus” dengan “chelating agent” EDTA, ethylene di-amine tetra acetic acid, menjadi FeEDTA. Tidak antagonistik lagi, maka sebagian besar unsur-unsur mikro lainnya terbebaskan dari antagonisma, dan tetap dapat diberikan dalam bentuk sulfat, unsur B dalam bentuk asam borat, dan unsur molibden dalam bentuk Na-molibdat.
Kemudian, Mn, Cu, dan Zn pun di-chelate-kan, dan bersama asam borat dan Na-molibdat disatukan dalam suatu formula. Sekarang beredar Librel BMX, yang mengandung FeEDTA, MnEDTA, CuEDTA, ZnEDTA, H3BO3, dan Na-molibdat dalam satu formula. Keuntungannya ialah menimbang hanya satu kali, dibandingkan dahulu harus menimbang enam kali.

Monday, 5 October 2015

Catatan Penting Hidroponik 99 : PEMANFAATAN UNSUR HARA SILIKA, UNTUK MELAWAN PENYAKIT CENDAWAN.

Ingin membeli Catatan Penting Hidroponik Berbentuk fotocopy, halaman 1 - 75, bisa dipesan langsung pada Yos, harga Rp 40 ribu. Sebut nama, alamat, kode pos, nomer HP. Kirim via TIKI, beban Anda. Ongkir akan dituliskan pada sampul paket, jumlahkan, transfer BCA 450 015 6932. Beres!. - Yos Sutiyoso

Oleh : YOS SUTIYOSO

SiO2, silikat, bukanlah suatu unsur hara “esensial”, wajib ada dalam ramuan pupuk hidroponik A-B mix, melainkan “beneficial”, berguna, untuk meningkatkan kesempurnaan racikan pupuk, tetapi tidak akan mencelakakan, bila tidak tersedia. Perannya terutama sebagai penguat dinding sel, sehingga sel tidak mudah “collapse”, bila ditiup angin kering dengan kelembaban nisbah yang rendah. 
Dinding sel yang sekarang sudah diperkuat oleh silikat, dapat meningkatkan toleransi sel terhadap penetrasi mycelia/benang tenunan cendawan patogen, yang akan merasuk ke dalam sel, menyedot sitoplasma isi sel, dan merusak jaringan serta organ tanaman. Terutama budidaya hidroponik yang dilakukan di udara terbuka beratapkan langit, yang daunnya sering basah oleh hujan maupun embun, lettuce-nya mengalami serangan hebat oleh penyakit cendawan Cercospora, penyakit cendawan mata kodok, “frog eye disease”, hingga sayuran tidak layak tampil, silikat dapat meniadakan serangan penyakit tersebut.
Daun yang sering melengkung, akan berdiri tegak bila tanaman diberi nutrisi silikat, sehingga penetrasi cahaya ke dalam tajuk tanaman semakin merata, hingga penampilan gagah dan bobotnya tanaman meningkat. Tiap lekuk dalam tanaman sekarang dapat berfoto-sintesa, dan menghasilkan karbohidrat serta protein yang semakin banyak dan unggul, tercermin dalam derajat pertumbuhan tanaman.
Kerenyahan, crispyness, crunchyness, ketika menyantap sayuran yang mendapat perlakuan silikat ini, so pasti meningkatkan apresiasi terhadap sayuran yang nuansa warnanya menantang untuk disantap. 
Memang tidak selalu bertiup angin surga, kadang ada hambatan yang harus kita alami, misalnya lettuce-nya regas, mudah patah bila tersenggol atau ketika mengepaknya ke dalam kantung plastik, untuk delivery ke supermarket. Keesokan harinya, daun yang patah itu mulai melayu dan menguning di gerai supermarket, dan menimbulkan kesan buruk.
Suatu percobaan dengan Na2OSiO2(?) , yang juga disebut “waterglass”, bahan baku untuk membuat kaca, menunjukkan bahwa untuk melarutkannya diperlukan pH 2,5, jadi kontroversial dengan pH untuk pertanaman yang 6,0. Ada silikat dalam bentuk ikatan lain, yaitu kalium silikat, yang daya lautnya pH 6,0, jadi “acceptable” untuk kerja kita. Hambatan lain muncul yaitu, komoditi ini harus dibeli dalam jumlah besar, karena datangnya juga dengan truk tangki lima ribu liter. 
Pernah dulu ada yang mengimpor amonium silikat dalam bentuk zak-zakan, khusus untuk keperluan pertanian, tetapi yang sekarang sudah tidak diketahui lagi rimbanya

Catatan Penting Hidroponik 38 : PERAN UNSUR P DAN K DALAM MEMANISKAN MELON.

Oleh : Yos Sutiyoso

(Sambungan dari YS CPH No 32 - 37, usaha memaniskan melon.)
Kegiatan telah difokuskan membahas cahaya matahari dan kualitasnya. Dari fihak dalam tanaman, kita telah pula mengerti bahwa terjadi proses foto-sintesa, terbentuknya glukosa, karbohidrat yang "simple sugars". Karbohidrat yang terjadi cukuplah untuk membuat dinding sel-sel, dan untuk pernafasan.
Kalau di media tanam kita beri hara P, maka terjadilah proses foto-sintesa yang sama, tetapi menghasilkan karbohidrat yang besar isi tenaganya, bernama ATP (adenosine tri phosphat), yang menghasilkan poly sakarida, a.l. berbentuk fruktosa, gula buah, yang menyebabkan buah melon manis. Semakin tinggi pemberian hara P, semakin manis buah melon, dan dengan mudah bisa mencapai angka Brix 15.
Dengan semakin banyaknya terjadi karbohidrat, diperlukan semakin banyak unsur K, untuk mengatur proses-fotosintesa, distribusi asimilat, transportasi ke bagian tanaman yang membutuhkannya, dan menum puk-nya ditempat yang cocok untuk membanguan badan tanaman. K bukanlah bahan bangunan, tetapi "tukang ngatur segalanya", dibutuhkan dalam jumlah sangat banyak, malah melebihi alokasi hara N, yang biasanya kita anggap paling banyak dibutuhkan.
Singkatnya : Bila ingin buah melon manis, pakailah P & K dalam dosis tinggi. Dengan mudah dapat dicapai dengan menggunakan MKP, mono-kalium phosphat, KH2PO4, dengan kadar K 28 % dan P 23 %. Agak mahal sedikit memang, tetapi ampuh dalam memaniskan buah melon!

Catatan Penting Hidroponik 58 : MENYETEL pH DENGAN ASAM DAN BASA KUAT

Oleh : Yos Sutiyoso

Menurut buku, pH air baku harus disetel dulu hingga mencapai angka yang kita inginkan, dan barulah pekatan A dan B dimasukkan, untuk mendapatkan larutan A-B mix, dengan pH yang kita inginkan. Nah, menyetel dulu pH air baku, caranya adalah sebagai berikut : pH meter kita celupkan ke wadah air baku dan kita baca angka pH pada monitornya. Misalnya terbaca 7,5 ! Kita inginkan bekerja dengan pH 5,8. Berarti kita harus menurunkan pH air baku itu dari 7,5 ke 5,
Ada 3 pilihan asam kuat yang kita miliki : 1. Asam nitrat, nitric acid, HNO3; 2. Asam sulfat, sulfuric acid, HSO4; 3. Asam fosfat, phosphoric aid, H3PO4.
Kemudian pilihan saya bijaksanakan. Kalau saya menanam bayam, termasuk sayuran daun, maka saya pilih asam nitrat, karena unsur N-nya bisa menunjang pertumbuhan vegetatif sayuran daun.
Pilihan pun tidak salah bila saya jatuhkan pilihan pada asam sulfat,mengingat unsur S menunjang pembentukan protein, jadi juga menunjang pertumbuhan vegetatif. Belanja asam sulfat pun sangat mudah, yaitu di pompa bensin SBPU, di mana terlihat mereka juga menjuali botol plastik berwarna merah, yang berisi "accu zuur", asam aki, yang berisi asam sulfat, entah kadarnya berapa Baume. (Jangan keliru dengan botol plastik berwarna biru, yang berisi aqua destilata, air suling, air aki, yang berisi air bersih melulu dan bisa diminum !)
Asam nitrat bertindak cepat, dengan mengaduk asal-asalan, larutan sudah teraduk rata. Tetapi ... ada bahaya mengancam! Karyawan sering ingin mengintip ke dalam jeriken asam nitrat, untuk mengetahui tinggal berapakah asam nitrat yang berada di dalamnya. Asam nitrat menghasilkan asap/uap, yang bila menyentuh mata, menyebabkan kebutaan. Solusinya : Encerkan ! Buatlah 1 : 9, misalnya 100 ml asam nitrat pekat + 900 ml air bersih = larutan asam nitrat 10 %, yang tidak sebegitu galak lagi, paling-paling baju bolong kalau kecipratan dan kulit melepuh bila ketetesan !
Kalau saya menanam tomat, maka pilihan akan saya jatuhkan pada asam fosfat, mengingat unsur P dapat menunjang pertumbuhan generatif sayuran buah, semisal tomat. Keluhan ialah, bahwa waktu pengadukan agak lama. Tetap berbahaya bila tidak diencerkan menjadi 10 %.


Ada pula kawan yang berbaik hati, menganjurkan penggunaan asam klorida, chloric acid, HCl, yang murah, tetapi oleh saya ditolak, karena unsur Cl-nya merusak rumah-tangga-air sel dan jaringan. Mengenai hal ini nanti diterangkan di bab lain.

Catatan Penting Hidroponik 54 : DAYA LARUT PUPUK KIMIA ANORGANIS

Oleh : Yos Sutiyoso

Daya larut pupuk kimia anorganis berbeda-beda. Contohnya : Kalsium sulfat, CaSO4, gips, yang bisa dijadikan sumber unsur hara kalsium, Ca, dan sulfur, belerang, S, mempunyai daya larut 1,25 %, jadi benar-benar "slow release", larutnya lambat. Karenanya pupuk ini tidak bisa digunakan pada budidaya hidroponik, yang memerlukan tersedianya unsur hara secara instant sepanjang waktu.
Begitu pula dengan pupuk TSP, triple super fosfat, daya larutnya hanya 1,75 %, tidak pula bisa digunakan pada budidaya hidroponik.
Pupuk kompon NPK (sebenarnya N : P2O5 : K2O), yang memang dibuat sebagai pupuk tabur untuk budidaya di tanah, memang dengan sengaja dibuat "slow release", supaya hara tersedia sepanjang masa, dalam kadar yang rendah.
Sedangkan hidroponik menginginkan tersedianya hara secara instant, dalam kadar yang tinggi, dan terus menerus.
Budidaya hidroponik, yang memerlukan unsur hara yang larutnya instant/langsung, sembarang waktu, tentunya tidak bisa mengandalkan pupuk kompon yang larutnya lambat itu

Catatan Penting Hidroponik 1 : Definisi Hidroponik

Oleh : Yos Sutiyoso

HIDROPONIK, Hidro=air, ponos=daya, hidroponik = memberdayakan air. Jangan ditulis dan diucapkan sebagai HIDROPHONIK, karena phonos = suara, sehingga menjadi suara air. Ngilu mendengarnya!

Definisi=nya rupa-rupa ! Soilless culture, Budidaya dalam greenhouse, Budidaya anorganik, accchhh, peduli amat, sich, yang penting hasilnya unggul dalam kualitas dan kuantitas, hemat air, hemat energi, versatility/kelincahan-nya tinggi, bersahabat dengan lingkungan, tidak ada pencemaran oleh bakteri E. Coli, dan menghasilkan produk yang sehat, hygienis, aromatis, dengan protein dan vitamin yang melimpah, dan berpenampilan yang menarik dan menimbulkan selera untuk mengkonsumsinya. Memang diakui memerlukan pemodalan yang besar, managerial skill yang tinggi, marketing network yang canggih, dan sumber daya manusia yang handal! Kerjakan !

Catatan Penting Hidroponik 73 : POMPA AIR PADA INSTALASI HIDROPONIK DIBEKALI BACKWASH.

Oleh : Yos Sutiyoso

Instalasi hidroponik, misalnya pada NFT, pada pompa airnya, ada pipa pengeluarannya menuju ke talang-talang produksi. Sebaiknya di tempat itu diberi pralon cabang T, dan dengan dilengkapi dua kran, dapat mengalirkan larutan pupuk dari tandon, melalui kran pertama ke talang-talang instalasi produksi, sedangkan kran kedua mengalirkan sebagian kecil larutan kembali ke tandon.Pengaliran kembali ini dimaksud untuk meng-agitasi larutan di tandon, dalam usaha meratakan EC, pH, temperatur larutan, dan oksigen-terlarut.

Terutama pada setiap pagi, di mana volume larutan di tandon ditingkatkan kembali hingga tinggi seharusnya, ditambahi pekatan A dan B hingga angka ideal yang ditetapkan, dan penyesuaian pH dengan asam kuat atau alkali kuat.

Pengaliran kembali ke tandon sering disebut "backwash" atau "backflow", dan juga digunakan untuk mengatur derasnya aliran larutan ke instalasi, dengan membesarkan atau mengecilkan aliran larutan di backwash itu. Bila backwash dikecilkan, maka aliran ke instalsi akan membesar. Sebaliknya bila backwash dibesarkan, akan mengurangi derasnya aliran larutan ke instalasi.

Demikian pentingya backwash ini, hingga dianggap mutlak diperlukan pada setiap pompa pada instalasi hidroponik. Jangan diabaikan!

Catatan Penting Hidroponik 101 : BUDIDAYA HIDROPONIK YANG BEBAS DARI GANGGUAN GULMA.

Oleh : Yos Sutiyoso


Budidaya hidroponik NFT (nutrient film technic) yang memakai talang hujan sebagai gully, bertanam sayuran dalam media larutan nutrisi yang mengalir, pada ketinggian yang berkisar antara 30 - 80 cm dari permukaan lantai, biasanya bebas dari gulma. Hal ini disebabkan bahwa gulma tidak ada tempat berpijak dan memperbanyak diri pada talang hujan yang terbuat dari PPCatau sejenisnya. Apalagi bila system NFT itu berada dalam greenhouse yang beratapkan helaian plastik UV, dan sekelilingnya dibungkus dengan kasa, yang tidak bisa dilalui oleh burung dsbnya, yang mungkin membawa potongan tumbuhan yang mengandung benih gulma. Gulma itu mengganggu sekali proses produksi, karena persaingannya memperebutkan nutrisi dari media tanam, dan sering merekalah yang menang, dan kita hanya memanen sisa yang dirampas oleh gulma. Pun mungkin terjadi perebutan oksigen/udara karena hidup berdesakan dengan gulma. Pun keadaan diperparah oleh perebutan "lebensraum", bahasa Jerman mengenai Lingkungan Hidup. Dengan tidak adanya saingan gulma, tajuk tanaman tumbuh leluasa ke segala arah, menjadi suatu kesatuan yang bulat, bersentuhan dengan tanaman tetangganya, saling mengisi semua kekosongan. Gulma sering menjadi inang tambahan bagi beberapa hama, contohnya "leafminer", pengorok daun Lyriomyza, dari menyerang gulma beralih menyerang tanaman pokok, sehingga bisa menyebabkan gagal panen. Bila kita panen tanaman pokok, dan gulma terikut dalam kemasan, akan merusak penampilan sayuran segar kita di mata konsumen, dan ini harus dihindari, karena dapat merusak citra merk dagang.

Catatan Penting Hidroponik 76 : PENAMPILAN SAYURAN JAHUD, TETAPI TIMBANGANNYA ENTENG.

Oleh : Yos Sutiyoso


Di kebun, sayuran terlihat berukuran besar, berpenampilan gagah menggiurkan, tetapi ketika ditimbang, menunjukkan angka timbangan yang rendah. Penjualan yang berdasarkan timbangan akan sedikit dikecewakan. Boleh dikatakan “berat jenis”, “specific gravity”-nya kecil, yang menyebabkan tonnase-nya dibawah harapan, mengingat transaksi jual beli sayuran berpedoman pada bobot.
Sebabnya ialah sayuran terisi penuh dengan air dan unsur hara nutrisi yang ringan. Misalnya air H2O, yang berat molekulnya (2 X 1 ) + 16 = 18 (dengan berat atom H = 1, dan O = 16). Hara/nutrisi yang ringan, misalnya amonium, NH4+, yamg berat kation-nya = 18 (dengan berat atom N = 14, dan H = 1)
Masuknya air ke dalam body sayuran, ialah karena terbawa sebagai mantel air kation dan anion, yang diserap akar dari media tanam. Garam-garam komponen pupuk hidroponik, yang anorganis, selalu berbentuk elektrolit, yang dalam air akan terurai menjadi kation dan anion. Tiap ion dibungkus oleh mantel air, sehingga air akan turut masuk terserap oleh akar ke dalam body tanaman, menunggangi wahana kation dan anion yang masuk terserapoleh akar. Semakin banyak ion yang terserap akar, semakin banyak mantel air yang turut terserap ke dalam akar, diangkut ke tajuk, memasuki sel-sel yang berada di seluruh tajuk, dan membentuk sel-sel raksasa. Tanaman terlihat besar dan gagah.
Amonium NH4+, bobotnya kecil, yaitu 14 + (4 X 1)= 18, dan terlihat seringan air, yang juga 18. Karena ringannya, maka akar menyerapnya sebanyak mungkin. Air, yang merupakan mantel setiap ion, akan turut terserap banyak, masuk dari mana-mana melalui lubang noktah di dinding sel. Di dalam sel, air mengisi kantung vakuola penuh dengan air, yang menyebabkan ukuran sel membesar, dan menyebabkan turgor/tegangan sel membesar. Tanaman terlihat besar, gagah dan menggiurkan.
Tetapi ... sel penuh dengan air dan amonium, kedua-duanya ringan, maka “berat jenis sayuran” mengecil, dan sayuran menjadi ringan timbangannya. Padahal penampilannya besar, gagah menggiurkan!
Hal ini terjadi kalau kita berlebihan memberi amonium, yang berarti tanaman mengalami “ammonium toxicity”, keracunan/kelebihan amonium.
Nitrat, NO3-, yang juga sumber hara N, yang jauh lebih berat, tidak akan menujukkan gejala toksisitas demikian. Karena beratnya, tidak banyak nitrat diserap, air pun tidak banyak memasuki sel, sel dipenuhi dengan nutrisi, tanaman berat-jenisnya meningkat, dan tanaman berat di timbangan. Produsen beruntung dalam timbangan.

Catatan Penting Hidroponik 77 : SAYURAN PENAMPILANNYA BESAR MENARIK, TETAPI TIADA RASA KETIKA DIKONSUMSI.

Oleh : Yos Sutiyoso

Sayuran penampilanmya besar, gagah, dan menarik, membangkitkan selera pada pembe- lanja untuk membelinya. Setelah dihidangkan di meja makan, barulah ketahuan bahwa rasanya jauh dibawah kesan penampilannya. Mengapa sayuran itu bisa begitu hambar?
Jawabannya adalah : Disadari bahwa untuk mencapai bobot panen yang tinggi, diperlukan dipacunya pertumbuhan vegetatif, dengan meningkatkan asupan nitrogen. Yang murah adalah yang dalam bentuk amonium. Maka ditingkatkanlah asupan Amonium sulfat, (NH4)2SO4, yang menghasilkan N-amonium sebesar 21 %. Atau digunakan Urea, CO(NH2)2, dengan N-NH4+ sebesar 46.6 %.
Amonium adalah kation yang ringan. NH4+, yang berat kationnya 18 ( dengan berat atom N = 14, dan berat atom H = 1) adalah seringan air, H2O, yang juga 18 berat molekulnya.
Karena ringannya, maka dengan rakus akan diserap sebanyak mungkin masuk melalui akar, diangkut melalui xylem apikalis, mengarah ke atas, dan memasuki sel dari jaringan di semua organ tumbuhan. Disadari bahwa setiap ion, kation “as well as” anion, selalu di-mantel-i air, maka dengan banyaknya air yang masuk dan terkumpulnya di kantung-kantung vakuola, maka terbentuklah sel-selraksasa, yang menyebabkan panampilan tanaman besar dan gagah, ..... besar, tetapi sel hanya berisi air dan amonium tok, konsistensi sel encer, dan jangan mengeluh bila sayurannya hambar rasanya.
Solusinya adalah : Kurangi asupan amonium. Bila tanaman masih memerlukan N untuk pembesaran badannya, gunakan N-nitrat, yang walaupun ukurannya hanya kecil, tetapi kekompakannya baik, dapat menjamin rasa sayuran, yang rangsangannya didapat melalui syaraf-syaraf di ujung lidah! Sebagai sumber N-nitrat, gunakanlah kalium nitrat, KNO3, dengan bonus hara kalium, K, yang dapat meningkatkan rasa. Atau gunakan magnesium nitrat, Mg(NO3)2, dengan bonus hara magnesium, Mg, yang akan memacu pembentukan klorofil(chloros = hijau; phyllos = helai daun), yang berarti dalam proses foto-sintesa asimilasi karbohidrat. Atau gunakan kalsium nitrat, 5Ca(NO3)2.NH4NO3.10H2O, dengan bonus hara kalsium, Ca, yang memperkuat dinding sel dan meningkatkan ketahanan terhadap serangan penyakit cendawan. Disamping itu, unsur Ca dapat mempengaruhi titik tumbuh meristem di ujung akar, tepat di bawah udung akar, dengan meningkatkan jumlah, panjang, dan bercabangnya perakaran.

Catatan Penting Hidroponik 78 : PENAMPILAN SAYURAN MENARIK, TETAPI DAYA SIMPAN DI GERAI TERLALU SINGKAT.

Oleh : Yos Sutiyoso
Penampilan sayuran besar, gagah, menarik, tetapi “shelf-life”, daya simpan di gerai supermarket singkat. Sebabnya ialah konsistensi selnya patut disesalkan. Konsistensi sel ialah kondisi di mana kepadatan kation dan anion di dalam vakuola sel diatur, dan disesuaikan dengan “water retaining capacity”, daya mengatur rumah-tangga-air di dalam sel. Seperti diketahui, jumlah air yang masuk ke dalam sel, berbanding lurus dengan jumlah ion yang masuk dan berada di dalam vakuola sel! Semakin banyak ion di dalam vakuola sel, semakin banyak air dapat dipertahankan dalam sel, dan semakin tinggi turgor atau tegangan sel, dan tanaman tampak tegak, segar, dan gagah. Tetapi ...
... bila RH (relative humidity) udara rendah, maka sel cepat kehilangan air atau dehidrasi, dan tanaman segera menampakkan gejala layu.
... bila temperatur terlalu tinggi, terpaksa sayuran meningkatkan respirasi untuk mendinginkan badannya, tanaman akan banyak kehilangan air/dehidrasi, tanaman melayu. Malahan dalam keadaan yang lebih parah, karena sayuran sangat peka terhadap pengaruh lingkungan, dehidrasi dapat menyebabkan turgor sel mengendur, kilau daun berkurang, menimbulkan kesan kusam, berlanjut dengan tanaman mengalami “plasmolysa”, yaitu nyoploknya sitoplasma dari dinding sel dan kemudian menepi, akhirnya selnya mati, berubah warna menjadi kuning, akhirnya hitam, dan kita menyebutnya “nekrosis”.
Konsistensi selnya dianggap terlalu rendah, terlampau banyak air memasuki sel, terbawa sebagai mantel air ion-ion. Diduga ion yang memenuhi vakuola terdiri atas ion-ion yang ringan-ringan, a.l. amonium, NH4+, yang berat kationnya 18 (Berat atom N = 14; berat atom H = 1, dan 4 H = 4. Dijumlahkan menjadi 14 + 4 = 18.) (Sama ringannya dengan molekul air, H2O, yang juga beratnya (2 X 1) + 16 = 18 pula.)
Solusi yang mudah ialah mengurangi asupan amonium. Bila tanaman masih memerlukan nurisi N untuk memperbesar body tanaman, please gunakan nitrat, misalnya kalium nitrat, KNO3, dengan kadar N-nitrat 13 %, dengan bonus unsur kalium, K, sebesar 38 %, yang baik sekali mengatur proses foto-sintesa, distribusi, transportasi, dan pergudangan hasil asimilat. Atau gunakan kalsium nitrat, 5 Ca(NO3)2.NH4NO3.10H2O, dengan kadar N-nitrat sebesar 14,4 %, dengan bonus unsur hara kalsium, Ca, yang memiliki pengaruh pada meristem titik-tumbuh di ujung akar, perangsangan untuk membentuk lebih banyak, - panjang, - bercabang, sistem perakarannya.
EC dan volume pemberian pupuk yang terlalu rendah pun tidak sanggup “menggandoli” supaya air tetap di dalam sel. Air banyak menguap, terjadi dehidrasi sel, turgor kendur, melayu, tidak menarik lagi. Shelflife, umur di gerai supermarket, menjadi pendek.

Catatan Penting Hidroponik 79 : PIPA PRALON SEBAGAI GULLY UNTUK PRODUKSI SAYURAN HIDROPONIK.

Oleh : Yos Sutiyoso


Bila larutan mengalir dalam pipa pralon, maka aliran larutan akan memusat ke tengah pipa, dan membuat ke dalaman yang tebal, kadang mencapai > 2 cm. Apalagi bila yang digunakan pipa pralon ukuran 2 inch. Kedalaman yang sedemikian itu tidak bisa disebutkan “film” lagi, mengingat yang dinamakan film adalah lapisan yang tipis, sekitar 3 mm.
Kedalaman hingga > 2 cm, menyebabkan oksigen terlarutnya hanya rendah saja, dan tentunya berpengaruh pada proses respirasinya, yang bertugas menghasilkan energi, yang kemudian akan digunakan untuk menyerap nutrisi oleh akar dari larutan yang mengalir. Sulit untuk sekarang mengkategorikannya sebagai NFT, singkatan dari “nutrient film technic”, karena ketebalan aliran airnya. Hasil produksi dari instalasi pralon jarang dapat mencapai ukuran yang mengesankan, biasanya agak kurus, jangkung, dan biasanya bolting, telah mengeluarkan tangkai bung yang menjulang ke atas.
Perhatikanlah bahwa semua akar berkumpul ditengah pipa, dan berdesak-desakan berebutan makanan, dan banyak yang kalah, sehingga tanaman tidak rata pertumbuhannya.
Kalau tanamannya tinggi, maka tanaman yang ditanam dalam pipa, sering doyong, dan pertumbuhan selanjutnya timpang keseimbangannya. Pipa kadang terbawa miring dan air akan tumpah keluar dari lubang tanam. Apalagi bila ditanam dengan sistem A, dengan harapan akan mendapatkan populasi yang lebih tinggi per m2, pertumbuhan akan a-simetris, sehingga sulit dalam pengepakan produk untuk delivery ke supermarket.
Kalau ukuran pipanya besar, dan kita memakai netpot, maka sering akar tidak bisa mencapai larutan, dan tanaman akan melayu. Untuk menolongnya, kadang digunakan wick, yang memperpanjang jangkauan hingga sekarang dapat menjangkau larutan di dasar pipa. Wick menyalurkan larutan ke atas, sangat tergantung dari cuaca. Bila RH (relative humidity) tinggi, misalnya menjelang, sedang, atau setelah hujan, maka tidak ada “negative pressure” pada tajuk, yang dapat menyedot air dari dasar pipa ke tayuk tanaman. Maka pada saat itu derajat pertumbuhan mendekati nol.
Untuk hobbyist, skala rumah tangga, pipa pralon cocok, dan banyak digunakan sebagai gully, dan dapat menghasilkan sayuran dengan ukuran yang lumayan. Untuk memberi kadar nilai oksigen-terlarut yang lumayan, maka sebaiknya diberi kelandaian, setidaknya sebesar turun 1 cm untuk tiap meter pipa. Dengan adanya kelandaian, maka akan ada aliran larutan, akan timbul riak-riak, yang akan meningkatkan butiran air merambah oksigen dari udara, dan meningkatkan kadar oksigen-terlarut.
Pipa pralon berbagai ukuran bisa didapat dengan harga miring, di tiap toko bahan bangunan, di setiap jalan besar, di tiap kota.

Catatan Penting Hidroponik 80 : TALANG HUJAN, DENGAN DASARNYA YANG RATA, LEBIH UNGGUL UNTUK NFT.

Oleh : Yos Sutiyoso
Talang hujan rumah tangga, yang dasarnya rata, memberi kesempatan akar tersebar merata, mencegah tumbuh berdesak-desakan, mengurangi kompetisi menyerap nutrisi dari larutan yang mengalir. Keleluasaan menyerap hara tentunya berpengaruh positif pada penyerapan nutrisi oleh akar, sehingga menyebabkan derajat pertumbuhannya besar.
Dasar talang yang rata menyebabkan aliran nutrisi tipis-tipis saja, hanya setipis 3 mm, sehingga mempunyai kemungkinan menyerap oksigen dari udara sangat besar, dan dengan demikian meningkatkan kandungan oksigen-terlarut. Proses respirasi dapat berjalan jauh lebih baik, menghasilkan energi lebih banyak, dan sanggup menyerap nutrisi lebih banyak. Juga nutrisi yang bobotnya relatif lebih berat akan lebih mudah terangkat, misalnya K yang berat atomnya 39, Ca yang 40, dan unsur hara mikro a.l. Fe, ferrum, yang 57. Dengan semua unsur dapat terserap dalam jumlah yang memadai, maka dapat dipastikan bahwa konsistensi sel optimal, pertumbuhan dan kualitas hasil pasti lebih baik.
Dalam NFT, nutrient film technic, dimungkinkan memperbesar kelandaian, atau “slope” talang. Misalnya dari kelandaian 1 : 40, yang berarti tangens = 2,5 %, bisa saja kita tingkatkan menjadi 1 : 20, = tangens 5 %, yang menyebabkan larutan nutrisi mengalir lebih cepat, dan dalam turbulensi-nya meningkatkan kadar oksigen-terlarut, sehingga respirasi tanaman lebih gencar.
Flowrate atau curah larutan nutrisi dalam talang yang biasanya 1 liter/talang/menit, kita tingkatkan menjadi 2 liter/talang/menit, sehingga derasnya aliran nutrisi dalam talang menjadi semakin kuat, dan unusur-unsur hara dapat terserap lebih banyak, sehingga anabolisma/pembangunan body tanaman bisa berlangsung lebih pesat.
Pemeliharaan tanaman dalam kondisi matahari cerah sepenuhnya dari pagi hingga sore, akan menyebabkan proses foto-sintesa berjalan lebih lancar. Karbohidrat yang terbentuk berjumlah banyak, menyebabkan daya dukung respirasi tanaman optimal. Energi yang terbentuk leluasa, sehingga semua unsur hingga yang berat sekalipun terangkat. Sel, jaringan, dan organ, terbentuk sempurna, tinggi kualitas dan kuantitas hasil produksi.
Disilakan memperhatikan gambar dan foto instalasi hidroponik dan tanamannya pada majalah-majalah luar negeri, terlihat bahwa semua projek NFT yang komersial, selalu beralaskan talang gully yang dasarnya rata, flat, berbentuk empat persegi atau trapezium. Tidak terlihat digunakannya pipa pralon bulat.
Talang hujan rumah tangga banyak dijual di toko bahan bangunan, atau yang secara populer disebut Toko Material. Gully bentuk empat persegi atau trapezium, mulai terlihat ada yang mengimport dan mulai diproduksi di dalam negeri.

Catatan Penting Hidroponik 81 : BETAPA SULITNYA MEMPRODUKSI ANAK-SEMAI YANG BAIK.

Oleh : Yos Sutiyoso
Banyak yang tanpa menyadari telah terjungkal dalam usahanya membangun suatu usaha tani budidaya hidroponik. Usut punya usut, yang mengganjel terbukti adalah cara membuat dan merawat persemaian yang sanggup menghasilkan anak-semai yang tegap dan tinggi nilai keperidian/viability-nya. Anak-semai yang dihasilkan biasanya kutilang, kurus – tinggi – langsing, pucat, kurus, meliuk-liuk, dan bila diteruskan dipelihara, maka “makan ati”, karena yang didapat jauh dari yang mereka bayangkan sebelumnya.
Rupa-rupanya kebanyakan hobbyist ber-mindset bahwa persemaian itu harus gelap, mengingat begitu halnya di hutan belantara; benih-benih yang jatuh dari tumbuhan, berkecambah di dasar hutan di mana pencahayaan hanya remang-remang saja.
Kemudian, mengenai penyebaran benih. Terlalu rapat, hingga bedesak-desakan , itulah yang kerap terlihat. Kadang cukup dengan benih seperempat jumlahnya? Sebenarnya tidak terlampau sulit untuk mengira-ngira “lebensraum”, lingkungan hidup, yang diperlukan untuk tiap individu anak-semai. Karena itu, menanam dalam barisan sering diperkenalkan untuk mengatur jarak tanam anak-semai yang teratur. Tetapi masih saja ada kesalahan, dengan menyebar benih terlampau rapat di dalam barisan.
Hasilnya adalah anak-semai yang kurus, jangkung, pucat, dengan kotil terlihat diujung batang yang menjulang tinggi. Bila anak-semai yang demikian dipelihara, maka menurut pengalaman, umurnya untuk mencapai layak panen, menjadi lebih panjang. Ukuran buah sukar mencapai ukuran ideal, dan harus puas dengan buah yang berukuran kecil, dan bentuk yang tidak berarturan.
Anak-semai kelihatan kurus, dan ketika ditanya bagaimana pemupukan persemaian, jawabnya ialah bahwa ia sama sekali belum memupuk persemaian, mengingat bahwa kecambah akan memanfaatkan reserve makanan dalam kotil, serupa dengan anak ayam yang selama beberapa hari mengandalkan reserve makanan dalam bentuk kuning telur yang dibawanya ketika ia menetas. Sebagian memang benar, tetapi pada kecambah hypocotyl sudah terbentuk akar, yang alangkah baiknya dimanfaatkan dengan memberi pupuk pada kecambah, dengan maksud memacu pertumbuhan anak-semai.
Kebanyakan takut memberi pupuk pada anak semai, karena lembutnya kecambah. Diberi pupuk tipis-tipis saja, takut kecambah menjadi gosong, bila diberi larutan pupuk yang terlalu pekat. Paling diberinya larutan pupuk dengan kepekatan EC 0,8 mS. Berdasarkan pengalaman, anak-semai yang dihasilkan akan lebih tegap, lebih banyak yang dapat bertahan hidup, bila EC ditingkatkan menjadi 1,5 mS. Penulis sendiri menggunakan EC 2,0 tanpa ada keluhan keracunan maupun gosong.

Catatan Penting Hidroponik 82 : MENINGKATKAN DOSIS PEMUPUKAN SESUAI DERAJAT PERTUMBUHAN TANAMAN

Oleh : Yos Sutiyoso
Ada yang menanam tanaman berbuah, al. Tomat, dengan EC 2,5 terus menerus, tanpa meningkatkan EC tersebut! Bisakah ia berhasil? Bisa ! Contohnya? Simak cerita berikut.
Digunakan sistem fertigasi, dengan menggunakan irigasi tetes, pada polybag berkapasitas 7 liter, dengan ukuran lebar terlipat X tinggi = 40 x 45 cm, diisi dengan “kuntan” = arang sekam, yang agak dipadatkan. Anak semai, yang ditanam di tengah sepotong kubus rockwool 5 X 5 X 5 cm , berdaun sejati 1 ½ helai, berumur 10 hari, dengan akarnya yang sudah panjang, ditanam ditengah polybag.
Pada hari-hari awal anak semai yang baru pindah-tanam itu dibanjur larutan pupuk 2 X/hari a 200 ml, 400 ml/hari, yang ber-EC 2,5. Beberapa hari kemudian di tingkatkan menjadi 3 X 250 ml = 750 ml/hari. Semakin berumur, semakin banyak pemberian pupuknya. Ditingkatkanlah pemupukan menjadi 4 X 300 = 1200 ml/hari. Karena tanaman tomat di-dua-cabangkan, maka ditingkatkan lagi pemupukan dengan 5 X 350 = 1750 ml/hari. Semua peningkatan pemberian pupuk ini, tidak disertai peningkatan EC larutan.
Memang kita tergiur untuk meningkatkan EC, karena pengaruh positifnya sangat besar terhadap kualitas dan kuantitas hasil. Tetapi kita harus mempertimbangkan jenis tanaman. Tomat tanaman yang berkayu toleran terhadap EC yang tinggi, jadi kita bisa saja meningkatkan EC hingga misalnya 5 mS. Bila tanaman itu melon, yang sukulen, banyak berair, yang nilai ambangnya hanya pada EC 3,0, maka kita harus “main” di zona aman, yaitu maksimum EC 2,5.
Memang ada yang berani menggunakan EC 2,8, tetapi tanaman berada di ujung tanduk, rentan terhadap “phytotoxicity”/keracunan. Seperti dimaklumi, bila ada angin kering meniup keras mendadak, maka tanaman banyak ber-respirasi, banyak kehilangan air, atau dehidrasi, maka EC bisa saja mendadak meningkat menjadi 3,0, dan kalau hal ini berlangsung lebih dari satu jam, mungkin saja nilai ambang keracunan terlampau, dan daun akan gosong.
Keterangan ini a.l. ingin menerangkan bahwa peningkatan pemupukan bukan hanya dengan meningkatkan “electro conductivity” saja, melainkan juga dengan peningkatan pemberian volume pupuk. Pada NFT, dengan meningkatkan “flowrate”/curah, misalnya dari 1 l/gully/menit menjadi 2 l/gully/menit. Pada NFT mungkin pula dilakukan dengan memperbesar “tangens” kelandaian, dari 2,5 % menjadi misalnya 5 %, sehingga larutan meluncur dengan lebih cepat. Berarti jumlah pupuk yang mengaliri akar jumlahnya lebih banyak, yang memberi kesempatan akar menyerap hara nutrisi lebih banyak lagi, yang berpengaruh positif bagi produksi.

Catatan Penting Hidroponik 83 : NILAI AMBANG KERACUNAN – PHYTOTOXICITY LEVEL.

Oleh : YOS SUTIYOSO 

Karena ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi, maka sering dilakukan peningkatan EC. Dilain fihak, harus diingat bahwa kita tidak bisa semena-mena meningkatkan angka EC, mengingat ada batasan tertentu yang tidak boleh dilampaui, yaitu Nilai Ambang Fito-toksisitas. Di atas nilai tersebut, keracunan yang terjadi biasanya gosong pada daun yang menghitam hangus, jaringan mati oleh kepekatan pupuk yang berlebihan.
Tiap kultivar (cultivated variety) memiliki nilai ambang sendiri. Bisa diterka, bahwa tanaman yang lunak atau sukulen dan banyak mengandung air, nilai ambangnya rendah, dan dengan EC yang rendah telah teracun, dengan gejala gosong, menguning, melayu, daun bergelayutan berkerut, disusul kematian.
Contohnya ialah tanaman pakchoy, caysim, bayam, yang mulai teracun pada EC sekitar 3,0 mS/cm, sehingga kita bekerja hanya hingga EC 2,5. Jendela sebesar EC 0,5 harus kita sediakan untuk bila sewaktu-waktu EC meningkat, misalnya karena RH (relative humidity, kelembaban nisbah) mendadak turun, yang menyebabkan transpirasi meningkat, tanaman kehilangan air atau dehydrasi, yang mengakibatkan EC naik.
Lagi pula, EC yang semakin tinggi dan mendekati nilai ambang, efisiensi penyerapan hara nutrisi dari media oleh akar, menurun sekali, berdasarkan hukum “law of deminishing return”. Jadi kita harus menahan diri, untuk berhenti pada angka EC tertentu.
Tanaman yang berkayu, semisal cabai, terung, tomat, paprika, mempunyai toleransi yang jauh lebih tinggi. Pernah diberitakan bahwa di India ada seseorang yang menanam tomat dengan EC 7,0 dan tidak melaporkan adanya keracunan. Bisa kita simpulkan bahwa nilai ambang keracunan tomat berada di atas angka EC 7,0. Di lain fihak, sering kita bertanya : Apakah perlu kita tingkatkan EC hingga mepet pada nlai ambang keracunan? Kadang titik optimal keuntungan berada jauh di bawah angka nilai ambang.
Bola EC sudah tinggi sekali, tetapi masih ada keinginan untuk meningkatkan pemupukan, maka tempuhlah jalan volume pemberian pupuk. Pada NFT, flowrate/curah yang sebesar 1 l/gully/menit, ditingkatkan menjadi 2 l/gully/menit. Atau kelandaian talang yang tangens 2 %, diperbesar menjadi tangens 4 %, perbedaan tinggi 4 cm per meter talang, sehingga larutan meluncur dengan lebih cepat, seolah-olah akar disuapi makanan dobbel lebih cepat.
Dengan memperbesar tangens dari 2 menjadi 4 %, berarti “film” larutan di talang menjadi lebih tipis, yang berarti air bersentuhan dengan oksigen dari udara lebih banyak, kadar oksigen-terlarut meningkat. Respirasi/pernafasan terpacu, energi lebih banyak terbentuk, tanaman lebih powerfull untuk menyerap ion-ion dari larutan. Komplitnya nutrisi yang sekarang dapat diserap tanaman, menyebabkan tanaman tumbuh dengan sempurna!

Catatan Penting Hidroponik 84 : KEBUTUHAN AIR OLEH TANAMAN

Oleh : Yos Sutiyoso
Berapa banyakkah diperlukan air oleh tanaman untuk tumbuh dengan baik ? Penyerapan air dari media oleh akar umumnya karena merespons terhadap “transpirasi” oleh tanaman. Transpirasi atau “berkeringat” ialah pergerakan air di dalam tanaman, untuk mengganti air yang hilang oleh “evaporasi” atau penguapan, kebanyakan oleh daun. Memang ada juga kehilangan air, karena digunakan untuk proses foto-sintesa asimilasi karbohidrat, tetapi jumlahnya tidak seberapa.
Besarnya evaporasi disebabkan oleh beberapa faktor utama, a.l.
1. Species atau kultivar (cultivated variety) yang ditanam, dengan sifat khasnya, misalnya lebarnya daun, tipisnya daun, melengkung atau ratanya daun, sudut arahan daun terhadap ranting, tata letak berdesakannya daun.
2. Ukuran tanaman. Tanaman yang besar, jumlah luas efektif seluruh daunnya tentunya lebih besar daripada tanaman yang ukurannya kecil.
3. Umur yang berhubungan dengan kedewasaan organ tanaman. Daun, ranting, cabang yang masih muda, epidermisnya belum tebal, penguapannya besar. Organ yang sudah tua, epidermisnya sudah tebal dan kuat, kadang sudah diliputi “callus”, lapisan gabus, yang mengurangi penguapan.
4. Radiasi, terutama cahaya matahari. Radiasi semakin intens, semakin banyak kehilangan air. Gelombang cahaya bila mengenai/menyinari tanaman, berubah menjadi panas, yang menyebabkan evaporasi lebih besar.
5. Temperatur udara. Bila temperatur udara tinggi, maka temperatur tanaman juga meningkat, evaporasi untuk mendinginkan kembali tanaman, juga meningkat.
6. Kelembaban nisbah (RH, relative humidity) bila rendah, maka evaporasi tanaman meningkat, dan tanaman banyak kehilangan air.
7. Bila angin bertiup keras, terutama angin yang kering, maka evaporasi meningkat.
Terhadap setiap situasi yang mencekam, pasti ada solusi-nya, tetapi harus dipertimbangkan mana yang secara teknis lebih mudah diterapkan, dan secara finansial lebih hemat biaya! Harus segera dikerjakan, karena banyak yang bisa menyebabkan musibah yang lebih besar lagi, bila tidak secepatnya dilaksanakan.

Catatan Penting Hidroponik 85 : SISTEM PENGELOLAAN AIR PADA HIDROPONIK.

Oleh : Yos Sutiyoso

1. Sistem aliran. Contohnya ialah NFT, Nutrient Film Technic, hidroponik talang landai. Larutan nutrisi dialirkan pada dasar talang, atau kadang disebut “gully”, dengan “flowrate”, atau curah, misalnya 1 liter/gully/menit. Pengaliran dijalankan terus menerus, tanpa henti. Tidak dibenarkan untuk mematikan pompa, walau dengan alasan penghematan sekalipun.
Peningkatan aliran dilakukan dengan memperbesar flowrate, misalnya dari 1 liter, menjadi 2 liter/gully/menit. Pasti akan memperbesar derajat pertumbuhan tanaman.
Percepatan pengaliran bisa didapat dengan memperbesar kelandaian gully, misalnya dari tangens 2 % dijadikan tangens 4 %, yang berarti turun 4 cm untuk tiap meter-lari gully.
2. Pengkabutan. Contohnya ialah pada aeroponik, anak-semai dibungkus pangkal akarnya dengan sejumput rockwool, lalu ditancapkan pada lubang-tanam berdiameter 3 cm, pada styrofoam ketebalan 3 cm, dengan medium density. Tiga puluh cm di bawah helaian styrofoam ada dibentangkan slang poly-ethylene, dan padanya tiap meter ditancapi sprinkler, yang dengan tekanan 2 atmosfir, menghasilkan kabut sebanyak 0,85 liter/menit, atau 50 liter/jam, yang membasahi perakaran terus menerus, tanpa hentinya. Tidak dibenarkan untuk mematikan pompa, walau malam hari tidak ada sinar matahari sekalipun.
3. Irigasi tetes. Biasanya disebut pula fertigasi, kombinasi dari “fertilisation” dengan “irrigation”. a) Larutan disalurkan melalui “regulating stick” atau “dripper” untuk budidaya polybag, kapasitas 5 liter arang sekam, biasanya untuk tanaman merambat semisal melon! b) Regulating stick ditancapkan pada “slab”, bantalan berisi “rockwool”, atau “coco-chips”, atau “cocopeat”, yang tidak lain adalah bubuk sabut kelapa. c) Menggunakan slang poly-ethylene, yang tiap 30 cm ditancapi nippel, yang dihubungkan dengan slang hitam kecil berdiameter 5 mm, yang dikenal sebagai spaghetty tube. Di ujungnya dipasangi regulating stick atau dripper, debit 1 liter/jam, ditancapkan pada media arang sekam di polybag.
4. Pasang Surut, Ebb and Flood. Pot-pot tanaman hias ditempatkan pada suatu bak, dialiri air hingga tinggi sekitar 4 – 5 cm, yang merendam pot-pot tanaman hias selama 10 menit. Kemudian larutan di-drain, dialirkan kembali ke tandon secara gravitasi. Hal ini diulangi 2 – 3 hari sekali, tergantung cuaca. Ketika ketinggian air di pot-pot turun, maka terhisaplah udara segar masuk ke dalam media. Aerasi di pertanaman ini cukup baik.
5. Perendaman. Contohnya adalah Hidroponik Rakit Apung. Anak-semai diganjal dengan rockwool ditancapkan ke dalam lubang-tanam pada helaian styrofoam. Helaian ini kemudian diambangkan dalam kolam larutan nutrisi, dengan akarnya terendam dalam air. Oksigen-terlarut di-supply oleh aerator dengan airstone-nya.

Catatan Penting Hidroponik 86 : PRODUKTIVITAS TOMAT PADA BUDIDAYA HIDROPONIK.

Oleh : Yos Sutiyoso

Di literatur luar negeri terlintas bahwa produktivitas tomat di negeri Belanda adalah 42 kg/m2/tahun. Angka ini adalah angka rata-rata seluruh negeri. Pada kesempatan lain terbaca pula, bahwa produktivitas yang menonjol pada kebun tertentu adalah 67 kg/m2/tahun. Angka-angka fantastis ini semua dihasilkan dengan budidaya hidroponik di dalam greenhouse, dengan teknologi mutakhir, semuanya serba automatis.
Perjalanan panjang telah dilakukan untuk mencapai taraf tersebut. Waktu dan biaya yang dikeluarkannya pastinya telah banyak, begitu pula keringat dan air mata.
Kita ingin menggunakan angka-angka produktivitas tersebut untuk menggugah dan merangsang minat di negeri sendiri, untuk memacu kegiatan produksi budidaya hidroponik. Walau tertinggal sangat jauh, tidak ada alasan untuk menunda memajukan budidaya hidroponik tomat di dalam negeri.
Sebaiknya kita mulai dengan meningkatkan pendidikan, pelatihan, penjenjangan, dan pengetahuan, ketrampilan dari Sumber Daya Manusia. Mempermudah pengadaan bahan untuk membuat prasarana produksi, seperti greenhouse dan assesoris fasilitas instalasi produksi. Dilengkapi peraturan yang memberi rambu-rambu supaya pelaksanaannya mulus dan tidak banyak mengalami hambatan. Sarana produksi dalam bentuk bahan kimia anorganis, pestisida, benih, media tanam, dsbnya, sebaiknya difikirkan mulai dari semula. Juga bahan pengepakan untuk memberi penampilan di pasar domestik dan ekspor perlu diperhatikan, dan diusahakan tidak melanggar peraturan di negeri orang.
Tomat hidroponik produksi greenhouse patut dimajukan, mengingat sayuran hasil budi- daya hidroponik adalah sehat, tidak mengandung logam berat yang tidak disukai. Pernah diadakan analisa kandungan sayuran hasil budidaya hidroponik, yang berkesimpulan bahwa sayuran hasil budidaya hidroponik tidak mengandung logam berat cadmium Cd, hydrargirium Hg, dan arsenicum As, yang dianggap dapat membahayakan kehidupan.
Analisa tersebut juga berkesimpulan bahwa kandungan protein dan vitamin, lebih tinggi dari yang ditanam secara konvensional di tanah.
Tomat hasil budidaya hidroponik tidak mengandung mikro organisma, semisal E. Coli, yang belakangan dihebohkan di negeri Spanyol, Polandia, Rusia, dsbnya. Juga kita harus berjaga-jaga terhadap Tetanus, Salmonella, dsbnya, yang mengintai kita dari sembarang pojok. Mana mungkin E. Coli, Tetanus, Salmonella, hidup di karung-karung berisikan garam Ca-nitrat, Mg-sulfat, dsbnya? Sayuran hidroponik bebas dari mikro-organisma tersebut, karenanya disebut makanan sehat.

Catatan Penting Hidroponik 87 : PROSPEK BUDIDAYA HIDROPONIK.

Oleh : Yos Sutiyoso
Prospek budidaya hidroponik sangatlah besar, terutama karena pertimbangan wilayah tropic, sekitar chatulistiwa, dengan matahari melimpah, begitu pula hujannya. Kalau di negeri ber-4 musim, spring – summer – autumn – winter, memerlukan pemanasan untuk dapat berproduksi, di wilayah tropis pemanasan greenhouse tidak pernah dibicarakan.
Pemanasan greenhouse di negeri orang, merupakan pengeluaran yang besar sekali, dan beruntung kita di dalam negeri tidak perlu memikirkannya. Ini saja kita sudah mendapatkan keunggulan yang bukan main besarnya, dan dengan biaya produksi yang rendah tentunya kita dapat bersaing, bila kita sudah mulai memikirkan ekspor. Ekspor akan dimulai dengan negara tetangga yang dekat-dekat saja, karena biaya transpor masih cukup tinggi, dan fasilitas perkapalan dan infra-struktur-nya belum memadai.
Dinegeri ber-4 musim, matahari tidak banyak di musim salju. Beruntung kita tidak memiliki mujsim salju demikian, sehingga energi “Youle”, yang adalah lamanya penyinaran X intensitas penyinaran, jumlahnya besar untuk Indonesia. Kita memiliki kemenangan komparatif terhadap negeri orang lain. Seharusnya kita banyak mengekspor sayuran & buah, untuk memberi makan ke negeri ber-4 musim. Kemudian devisa yang banyak bisa didapatkan, dibelikan barang-barang modal yang belum bisa kita produksi sendiri.
Di TV kita sering lihat beberapa negara mengalami musibah kekeringan, yang menyebabkan kelaparan dan kematian. Kita tidak melihat adanya air di dalam pemandangan TV tersebut. Bandingkan dengan kondisi di negeri kita, di mana air terdapat melimpah, tersebar di mana-mana, kadang-kadang berlebih, sehingga menyebabkan genangan dan banjir. Budidaya hidroponik yang membutuhkan air, dengan leluasa dapat dikembangkan di dalam negeri. Hanya kita harus memilah-milah, mana air yang lebih bagus untuk berbudidaya hidroponik.
Kelembaban nisbah (relative humidity) udara di Indonesia pada umumnya sangat menyenangkan, dan jarang kita melihat tanaman melayu dengan daunnya bergantungan lemah-lunglai. Terlihat daun-daun segar dan berkilauan, menandakan turgor atau tekanan sel sangat baik. Mengingat bahwa air di dalam sel dibawa oleh ion yang memasuki sel, maka besarnya turgor bisa diartikan sel tinggi kandungan ionnya. Mengingat sumber ion-ion adalah media tanam, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa media-tanamnya kaya akan nutrisi. Tanaman yang sedemikian akan awet “shelf life”-nya, sehingga kita bisa menuntut harga yang lebih tinggi untuk produk hasil budidaya hidroponik kita.
Saya yakin bahwa prospek budidaya hidroponik di Indonesia sungguh sangat besar. Tergantung apakah kita mau meng-explore dan meng-exploitasi-nya!

Catatan Penting Hidroponik 88 : SANITASI PADA BUDIDAYA HIDROPONIK.

Oleh : Yos Sutiyoso

Mengendalikan sanitasi pada kegiatan budidaya hidroponik harus dilakukan secara ketat, karena produk yang dihasilkan dikonsumsi oleh orang banyak. Proses sanitasi harus menjadi pedoman bertindak sepanjang hari.
Budidaya hidroponik tidak menggunakan bahan biologis dalam meramu nutrisi, dan dengan demikian dapat menghindari adanya pemunculan gangguan, seperti Tetanus, Salmonella, E. coli, dsbnya. Terutama yang disebut terbelakang, telah menyebabkan puluhan kematian di Spanyol, Polandia, dan Rusia.
Komponen pupuk dalam budidaya hidroponik terdiri atas garam-garam anorganis, dimuati dalam karung atau zak, dan terdapat dalam bentuk tepung atau kristal. Jasad hidup atau mikro-organisma tidak mungkin hidup pada kristal garam tersebut, dan karenanya pupuk hidroponik bebas dari kemungkinan mengandung organisma pathogen manusia.
Bukan rahasia bahwa sayuran yang dihasilkan secara hidroponik di dalam greenhouse, tidak pernah dicuci dengan air, sebelum ditimbang dan dipak dalam katung plastik, karena tidak pernah terkotori oleh debu sekalipun.
Yang juga sangat mencengangkan ialah bahwa ketika dianalisa di laboratorium mengenai unsur-unsur yang terkandung di dalamnya, terbukti sayuran hidroponik tidak mengandung unsur-unsur logam berat yang tidak disukai, antara lain cadmium Cd, hydrargyrium Hg, dan arsenicum As. Unsur-unsur tersebut dapat mengganggu kesehatan manusia. Sebabnya ialah pupuk anorganis yang digunakan, tingkat kemurnian/purity-nya tinggi, dan tidak mengandung unsur-unsur logam berat tersebut.
Dalam pengertian sanitasi dimasukkan pula pengertian gangguan oleh gulma. Didalam bahan pupuk anorganis untuk budidaya hidroponik, tidak ada terkandung benih gulma di dalamnya, sehingga kegiatan pemberantasan gulma tidak perlu dilakukan, kecuali sedikit di luar greenhouse.
Bangunan, instalasi, peralatan, yang digunakan pada proses produksi hidroponik, pada umumnya mudah pemeliharaannya, sehingga tingkat sanitasinya pun tinggi. Itu sebabnya pada kegiatan budidaya hidroponik di dalam greenhouse, jarang terjadi serangan masal oleh penyakit cendawan atau bakteri.
Yang masih menimbulkan kepusingan ialah serangan hama yang bersayap, dan bisa aktif menyebar diri, semisal thrips. Atau karena kecil dan ringan, larvanya bisa diterbangkan angin, semisal tungau atau kutu persik.
Secara teoretis bibit penyakit dan hama bisa saja ditularkan melalui pakaian pekerja, tetapi biasanya hal itu terlalu mengada-ngada. Yang lebih mencelakakan malahan keteledoran menutup pintu, setelah keluar-masuk greenhouse, sehingga angin yang meniup bebas dapat menyebar bibit penyakit ke dalam greenhouse.

Catatan Penting Hidroponik 89 : TANDON LARUTAN PUPUK A-B MIX PADA BUDIDAYA HIDROPONIK NFT BERATAPKAN LANGIT, UKURANNYA HARUS SANGAT BESAR.

Oleh : Yos Sutiyoso
Bila hujan turun deras pada kebun hidroponik beratapkan langit, dengan sistem NFT (nutrient film technic, hidroponik talang landai), yang memakai talang sebagai “gully”, maka banyak air hujan yang masuk ke dalam gully, melalui lubang-tanam pada gully-tutup yang dibuat dengan jarak antara 15 - 20 cm. Karena gully dipasang dengan kelandaian sekitar tangens 2,5 %, maka larutan pupuk yang sudah berpenambahan air hujan, semuanya mengalir secara gravitasi ke tandon. Kalau hujannya lebat dan panjang, maka penambahan air hujan itu sangat banyak, dapat melebihi daya tampung tandon, melimpahnya larutan nutrisi ke sekeliling, dan menimbulkan kerugian besar dengan hilangnya larutan nutrisi yang begitu berharga.
Dapat dipastikan bahwa ukuran tandon harus extra besar kapasitasnya supaya dapat menampung tambahan air hujan yang besar sekalipun. Banyak penggemar lupa memperhitungkan ukuran tandon ini, sehingga tiba-tiba terkejut ketika hujan deras tandonnya meluap.
Penambahan air hujan ke dalam tandon menyebabkan kepekatan EC larutan pupuk menurun, dan perlu segera ditambahi pekatan A dan B hingga kembali pada level yang diharapkan. Bila enggan melaksanakannya, maka “konsistensi sel” akan amburadul, karena tanaman yang biasanya kita majakan dengan EC dan pH tertentu, tiba-tiba menghadapi kenyataan bahwa apa yang tanaman dapati, berbeda kondisinya.
Mungkin sekali, secara fisik akan menyebabkan tanaman bentuknya “amorf”, tiada bentuk tertentu, sehingga berpenampilan kurus, pucat, dan lunak. Belum lagi rasa dan aromanya akan terpengaruh, sehingga kenikmatan mengkonsumsinya berkurang. Penampilannya pun akan terpengaruh, sehingga akan mempengaruhi penjualan.
Tandon berukuran besar kadang memaksa kita membuat kolam, dengan kapasitas beberapa m3 larutan. Sekaligus kita jadikan kolam tersebut sebagai sistem budidaya rakit apung, dengan mengambangkan helaian-helaian styrofoam 2 m X 1 m, diberi sekitar 30 lubang-tanam, dengan diprodukstifkan dengan menanam berbagai sayuran segar. Tentunya harus dijaga supaya seluruh permukaan air harus tertutup helaian styrofoam, supaya tercegah meledaknya pertumbuhan ganggang. Seperti diketahui ganggang dengan “eksudat”, limbahnya, dapat menyebabkan “allelopathy”, keracunan tanaman pokok.
Talang/gully harus sering disikat bersih, dan tandon dikuras, untuk membuang “e-e” dan “pipis” tanaman, limbah hasil metabolisma tanaman, yang karena semakin akumulatif bertumpuk, semakin toksik terhadap pertumbuhan tanaman pokok. Seberapa seringnya pengurasan harus dilakukan, tergantung dari manager kebun, dengan melihat awal gejala keracunan tanaman.

Catatan Penting Hidroponik 90 : PADA BUDIDAYA HIDROPONIK MASIH DIPERLUKAN PENYEMPROTAN PUPUK DAUN?

Oleh : Yos Sutiyoso
Kita kupas dulu pengertian pupuk daun, terjemahan bebas “foliar fertilizer”, nutrisi yang disemprotkan pada daun, yang terdiri atas unsur-unsur hara/nutrisi, esensial makro, dan mikro, dalam komposisi tertentu, untuk menjawab kebutuhan suplesi/tambahan, dan/atau koreksi terhadap defisiensi hara tertentu. 
Unsur(2) itu : 1. Harus larut sempurna dalam air, dalam tengki semprotan, maupun dalam cairan sel tanaman. 2. Mudah diserap oleh daun, yang bermuatan listrik. Harus bisa merupakan elektrolit, yang terbagi atas kation dan anion, yang menjadikan persyaratan supaya bisa diserap oleh daun. 3. Mempunyai mobilitas, karena akan didistribusikan dan ditempatkan di tempat-tempat yang memerlukannya, yang mungkin letaknya jauh dari tempat ia disemprotkan. 4. Dapat mensuplesi atau mengkoreksi defisiensi unsur-unsur tertentu, tanpa menimbulkan masalah sekonder.
Bila ramuan untuk produksi suatu komoditas sudah baik, maka tidak akan ada penampakan gejala defisiensi unsur hara apapun, dan penyemprotan pupuk daun sebagai tambahan, tidak diperlukan.
Bagaimanapun juga, karena ketidak tahuan, beberapa penggiat hidroponik ter-obsesi memberikan tambahan dalam bentuk penyemprotan pupuk daun, dengan keyakinan dapat meningkatkan keunggulan tertentu. Misalnya memacu : aroma, rasa, kelegitan, kerenyahan, kesegaran, kemanisan, keawetan, berpenampilan lebih baik, kemilau, dsbnya.
Untuk mengambil keputusan penambahan semprotan daun “to enhance”, memacu, produksi kuantitas, maupun kualitas, tergantung dari pribadi masing-masing kepala unit produksi hidroponik. Bahwa beberapa orang mempunyai harga diri yang meningkat, bila ia dapat menambahkan sesuatu untuk meningkatkan performance komoditas yang kita tanam.
Pupuk daun sering pula disebut pupuk semprot, karena pada umumnya larutan nutrisi itu disemperotkan memakai knapsack sprayer(alat semprot punggung manual) dengan volume 500 liter/ha, untuk lahan kecil dan tanaman kecil. Atau pakai power sprayer (alat semprot tandu bermesin), dengan volume sekitar1.000 – 2.000 liter/ha, untuk lahan yang luas dan tanaman dalam bentuk semak atau pohon.
Belakangan ini ada beberapa penggemar hidroponik yang ingin menggunakan pupuk semprot untuk berperan sebagai pupuk A-B mix, untuk digunakan misalnya pada NFT. Perlu ditelaah apakah daya larutnya 100 %, seperti yang disyaratkan pada A-B mix. Pun perlu disadari bahwa pupuk daun biasanya kurang kandungan unsur hara Ca-nya.

Catatan Penting Hidroponik 91 : PEMUPUKAN PERSEMAIAN

Oleh : YOS SUTIYOSO 

Banyak yang mengira bahwa persemaian tidak perlu dipupuk, karena serupa anak ayam yang baru menetas, masih bisa mengharapkan mendapat makanan dari kuning telurnya. Setelah beberapa hari kuning telurnya habis, barulah anak ayam itu memerlukan pemberian makanan, yang jumlahnya cukup sedikit saja. 
Benih tanaman setelah disebar di media tanam, dan mendapat air siraman, akan mulai imbibisi, yaitu membesar setelah menyerap air. Imbibisi ini berlaku pada semua benih, apakah yang masih hidup maupun yang sudah kadaluwarsa, sehingga tidak bisa dijadikan patokan apakah benih itu masih memiliki “viability”, “keperidian”, atau sudah mati.
Benih yang awal berkecambah, akan terbukakan pintu mukanya, terbangkitkan hidup embryo-nya. Yang pertama keluar ialah hypo-kotilnya, calon akar, yang pada pangkalnya banyak muncul bulu-bulu akar putih halus. Petani di Jawa Barat menyebutnya mata-rentik.
Bila akar sudah menancapkan diri ke dalam media tanam, maka kecambah akan mendorong lepas kulit benih dan menjatuhkannya.
Pada tumbuhan dikotil, misalnya kacang tanah, muncullah dari permukaan media-tanam dua helai kotil, membuka diri lebar-lebar, menampung matahari, membentuk klorofil (chloros = hijau; phyllos = helaian daun) dan sudah mulai fotosintesa, untuk membuat karbohidrat, bahan baku untuk respirasi/pernafasan.
Bila tidak mendapat cahaya matahari, maka tumbuhan mengambil energi dari kedua helai kotil, yang merupakan gudang dan sumber karbohidrat, yang memang diciptakan untuk membekali kecambah bertahan hidup, untuk hari-hari pertama hidupnya.
Si mata-rentik dapat langsung berperan menyerap air dan nutrisi dari media persemaian, guna menunjang pertumbuhan kecambah selanjutnya. Bila media tanam mengandung bahan organik, maka hasil pelapukannya adalah kation, semisal amonium, kalsium, kalium, magnesium, dan berapa unsur hara mikro. Sedang anionnya adalah suatu rantai panjang, 15 – 30 C, yang berperan menjadi penggembur media-tanam, dan secara fisik meningkatkan keremahan, aerasi, drainase media tanam.
Alangkah baiknya, bila media persemaian diperkaya dengan pupuk anorganis, juga dalam bentuk kation, misalnya amonium, kalsium, kalium, magnesium, dan unsur-unsur mikro, misalnya ferrum, manganium, cuprum, zincum, boron, molybden.
Dalam rangka pemupukan persemaian, pemberian cahaya yang cukup harus dijamin, untuk menghasilkan anak-semai yang tangguh, dengan angka “viability”, keperidian, yang tinggi, dan dengan angka kegagalan yang rendah. Banyak penggemar hidroponik berprasangka bahwa persemaian harus remang-remang pencahayaannya, hal mana adalah salah. Berilah persemaian cahaya matahari yang leluasa, sehingga cepat anak-semai dapat membentuk klorofil, butir hijau daun, yang berguna bagi foto-sintesa karbohidrat dan protein.

Catatan Penting Hidroponik 92 : POLYBAG, BERISI MEDIA-TANAM, SISTEM FERTIGASI, DASARNYA PERLU DIBOLONGI ?

Oleh : Opa Yos Sutiyoso

Kantong plastik polybag, kapasitas lima liter arang sekam, ditanami misalnya melon, fertigasi secara irigasi tetes, dengan pemupukan A-B mix, misalnya dengan EC 2,5 mS/cm, pH 6,0, volume pemberian pupuk 4 X 250 ml/hari, ada beberapa cara mengelolanya.
1. Dasar polybagnya tidak dibolongi. Volume pemberian pupuk sudah diatur bahwa tiap kali terjadi pengaliran larutan pupuk, dosis pemberian sudah pas, dan sudah disesuaikan kebutuhan tanaman pada stadia tumbuh. Pada hari biasa, larutan menetes dari atas, secara perlahan merembes ke bawah, diserap oleh media, kemudian diserap oleh akar.
Sisanya, yang belum terserap “ngecembeng” di dasar polybag setebal setengah hingga satu cm, secara lambat akan terserap oleh akar. Daya serap didapat dari adanya evapo-transpirasi tajuk. Dalam setengah hingga satu jam larutan tadi habis terserap oleh akar.
Andaikan tidak habis, kemudian tertambahi lagi dengan larutan dari giliran pemberian pupuk berikutnya, maka akan terjadi akumulasi, sehingga larutan pupuk di dasar polybag akan bersisa lebih dari satu cm. Memang kadar oksigen-terlarut larutan itu rendah, tetapi akar yang terendam ini, bisa mendapatkan subsidi dari akar yang berada di atas genangan. Lagi pula, dalam satu jam larutan itu akan tersedot kering, sehingga oksigen dapat mudah merasuk lagi ke dalam larutan. Di sini tidak ada larutan pupuk yang terbuang.
2. Dasar polybag dibolongi. Larutan yang berlebih akan keluar dari polybag. Berarti suatu penghamburan. Kalau lantai greenhouse terbuat dari tanah, maka larutan akan meresap hilang ke dalam tanah. Bila terbuat dari semen yang solid, maka di seluruh greenhouse akan terjadi genangan, yang mungkin menimbulkan ganggang hijau, yang tidak layak pandang.
3. Sama dengan nomor dua, tetapi di bawah polybag diberi talang kecil untuk menampung kelebihan larutan pupuk, yang keluar dari dasar polybag, dan mengalirkan kembali larutan sisa itu ke tandon larutan. Konstruksi pembuatannya rumit, terutama dalam pengaturan kelandaian, supaja gravitasi dapat mengalirkan kembali kelebihan larutan ke tandon.
4. Sama dengan no 2, tetapi dibolongi disisi polybag, pada ketinggian ½ hingga 1 cm dari dasar polybag. Kalau melebihi ambang batas tersebut, barulah kelebihan larutan keluar dari polybag. Tetap saja menggenang greenhouse dengan larutan pupuk, disertai dengan ganggang/algae hijau yang merusak pemandangan.
Guyurponik dengan beberapa pambanjuran polybag dengan larutan pupuk secara manual, dilakukan dengan mempertimbangkan cuaca. Bila angin kering bertiup keras, diberilah kocoran yang lebih banyak. Bila hari hujan, dan kelembaban tinggi, kurang penguapan, maka pemberian hanja sedikit, atau tidak sama sekali.
Perlu diketahui, keluarnya kelebihan larutan dari polybag, berarti mendesak keluar larutan tua yang mungkin sudah diambil sarinya oleh akar. Pun akan turut terbuang dan tercuci limbah tanaman, dalam bentuk “e-e” dan “pipis” , atau dengan bahasa kerennya disebut exudat, yang semakin lama semakin menumpuk di media-tanam.

Catatan Penting Hidroponik 93 : PADA BUDIDAYA HIDROPONIK, EC TINGGI BISA MEMPERSINGKAT UMUR TANAMAN.

Oleh : Opa YOS SUTIYOSO.

Tanaman kangkung, dengan masa persemaian delapan hari, ditanam di instalasi hidroponik, dengan EC 2,8, dalam 14 hari bisa mencapai tinggi 50 cm, dan sudah layak panen, dan dapat dimasukkan ke dalam kantung plastik setinggi 50 cm, dengan ditekuk sedikit, untuk memungkinkan di-seal panas. Bila ditanam dengan EC 1,5, baru layak panen pada umur > 30 hari.
Ketika penulis berhidroponik di suburb kota Santa Cruz, propinsi Laguna, Filipina, beberapa tahun yang lalu, di instalasi hidroponik, hanya dalam masa 12 hari bisa dicapai tinggi tanaman 65 cm. Pada waktu itu musim panas, temperatur udara tinggi sekali, dan rupa-rupanya kangkung mentolerir atau malah dikatakan menyukai lingkungan yang tinggi temperaturnya!
Untuk iklim Tangerang dan sekitarnya, termasuk daaran rendah, dengan elevasi sekitar 45 m dpl, panen kangkung, bayam, caysim, dengan masa tumbuh sekitar 14 hari, merupakan hal yang lumrah. EC yang digunakan ialah 2,5 dan sering ditingkatkan menjadi 2,8. Bila ditunggu lebih lama lagi, maka ia menjadi terlalu besar untuk kantung plastik berukuran tinggi 50 cm, dan terpaksa disingkirkan.
Bekangan ini, setelah beberapa sejawat terjun dalam produksi sayuran secara komersial, maka mereka juga menceriterakan pengalaman mereka, bahwa dengan EC yang sedang-sedang saja telah terjadi penyingkatan masa tumbuh yang lumayan. Diduga ceritera positif mengenai masa tumbuh hingga layak panen yang memendek lainnya, akan menyusul.
Pada florikultura, budidaya bunga potong, Chrysanthemum yang dipelihara dengan budidaya aeroponik, dengan menggunakan EC 3,0, umur tanaman hingga layak panen hanyalah delapan minggu, sedangkan dengan budidaya media tanah topsoil, campur cocopeat, pupuk kandang, bary layak panen pada umur 12 – 13 minggu setelah pindah tanam, dengan umur anak-semai, cuttings, 11 – 12 hari.
Penghematan empat minggu biaya listrik, karyawan, pupuk, bunga bank, dsbnya, bukanlah jumlah yang sedikit. Didapatkan pula bonus dalam bentuk peningkatan keserempakan berbunga, bentuk bunga yang biasanya berbentuk belah ketupat sekarang menjadi segitiga terjungkir, yang lebih cantik dan mempunyai nilai jual yang lebih tinggi.
Jangan menaikkan EC semena-mena, karena adanya nilai-ambang-keracunan, “phytotoxicity level”. Misalnya bayam, diduga n-a-k adalah sekitar EC 3,0. Jadi untuk amannya kita bekerja dengan maksimal EC 2,5. Andaikan ada peningkatan EC mendadak, maka meningkatnya menjadi sekitar 2,7, masih dalam zona aman. Mungkin saja ada yang nyeletuk, bahwa sebaiknya bekerja hanya dengan EC 2,0 saja, ngarah aman, tetapi volumenya diperbesar. Dilain fihak, jika menanam tomat, paprika, terong, cabai, pakailah EC
yang lebih tinggi, karena tanaman itu berkayu dan memiliki toleransi keracunan yang tinggi.

Catatan Penting Hidroponik 94 : MENGAPA PEKATAN A HARUS DIPISAHKAN DARI PEKATAN B

Oleh : Opa YOS SUTIYOSO 

Di pekatan A ada kation Ca++ dan di pekatan B ada anion SO4- -, dan mereka tidak boleh saling bertemu dalam keadaan pekat, sebab akan terjadinya kalsium sulfat, CaSO4, atau gypsum, gips, yang mengendap. Akibatnya ialah unsur Ca dan S tidak bisa terserap oleh akar. Tanaman kemudian akan menunjukkan gejala defisiensi Ca dan S.
Di pekatan A ada kation Ca++ dan di pekatan B ada anion PO4- - -, dan mereka tidak boleh saling bertemu dalam keadaan pekat, sebab akan terjadinya kalsium fosfat, K3PO4, atau TSP, triple super phosphat, yang mengendap. Akibatnya ialah unsur Ca dan P tidak bisa terserap oleh akar. Tanaman kemudian akan menunjukkan gejala defisiensi Ca dan P.
Dalam keadaan di-encerkan 100 X, sebenarnya gips bisa larut juga, tetapi sedikit sekali, yaitu hanya 1,25 %. Persentase ini terlalu kecil untuk budidaya hidroponik, yang mensyaratkan gips harus dapat larut, secara instant, seratus persen.
Dalam keadaan di-encerkan 100 X, sebenarnya TSP bisa larut juga, tetapi sedikit sekali, yaitu hanya 1,75 %. Pesentase ini terlalu kecil untuk budidaya hidroponik,yang mensyaratkan TSP harus dapat larut, secara instant, seratus persen.
Dalam situasi di lapangan, sering digunakan anjuran 5 : 5 : 1, yang artinya 5 liter pekatan A dimasukkan ke dalam air 1 m3, lalu diaduk. Dimasuki lagi 5 liter pekatan B, dan diaduk lagi. Maka terjadilah 1.000 liter larutan A-B mix. Bila dilakukan pengukuran dengan EC meter, maka larutan yang 1.000 liter itu akan menunjukkan EC 2,5 mS/cm (milli Siemens per centimeter, karena jarak katoda dengan anoda adalah 1 cm).
Atau bisa juga dibaca sebagai berikut : 5 ml pekatan A dimasukkan kedalam air satu liter, diaduk, lalu dimasuki lagi 5 ml pekatan B, dan diaduk lagi. Maka larutan itu akan menunjukkan kepekatan larutan sebesar EC 2,5.
Bila untuk persemaian digunakan EC 1,0, untuk masa vegetatif EC 2,0, dan untuk masa generatif digunakan EC 3,0, maka diadakan penyesuaian jumlah liter pekatan A maupun B dalam 1 m3 air (atau jumlah ml pekatan A maupun B, dalam 1 liter air).
Memang ada pemikiran untuk menggunakan pekatan yang disatukan, demi keringkasan kerja, tetapi hingga kini belum ada tanda-tanda keberhasilan. Penelitian hendaknya menggunakan Ca dalam bentuk chelate/kelat, yang diharapkan dapat meredam muatan listrik kation Ca, sehingga kemungkinan penyatuan Ca dengan sulfat dan phosphat dapat dihindari.
Syukurlah bahwa hingga kini konsep A-B mix masih diterima dan dilaksanakan dengan leluasa, tanpa ada keluhan!

Catatan Penting Hidroponik 95 : GRADE UNSUR ESENSIAL YANG DIGUNAKAN DALAM BUDIDAYA HIDROPONIK.


Seperti diketahui, komposisi pupuk A-B mix hidroponik terdiri atas unsur-unsur esensial makro N, P, K, Ca, Mg, S, dan esensial mikro Fe, Mn, Cu, Zn, B, Mo. Semua terdapat dalam bentuk garam, dengan dan tanpa air kristal.
Unsur makro, terdapat dalam bentuk garam :
- Kalsium amonium nitrat, 5 Ca(NO3)2.NH4NO3.10H2O.
- Kalium nitrat, KNO3.
- Kalium di-hidro phosphat, KH2PO4.
- Amonium sulfat, (NH4)2SO4.
- Kalium sulfat, K2SO4.
- Magnesium sulfat, MgSO4.7H2O.
Digunakan grade teknis, seperti yang terdapat dalam linkungan industri.
Unsur mikro, terdapat dalam bentuk garam :
- Fe, ferrum, dalam bentuk kelat FeEDTA
- Mn, manganium, dalam bentuk sulfat atau kelat MnEDTA.
- Cu, cuprum, dalam bentuk sulfat atau kelat CuEDTA.
- Zn, zincum, dalam bentuk sulfat atau kelat ZnEDTA.
- B, boron, dalam bentuk asam borat H3BO3.
- Mo, molibden, dalam bentuk garam natrium atau amonium.
Bisa menggunakan grade pro analysis, yang murni, karena pertimbangan bahwa toh tidak banyak digunakan.
Beberapa orang menambahkan Co, Cl, dan Ni untuk memperpanjang daftar unsur mikro ini, tetapi pemakaiannya hanya untuk perlakuan khusus tertentu saja, jadi bukan esensial. Grade yang digunakan bisa saja yang murni, tetapi penggunaannya sangat sedikit sekali.
Grade yang murni biasanya digunakan pada bakteriologi di laboratorium khusus. Itu sebabnya pemakaiannya sedikit sekali, dan karenanya sulit ditemui di perdagangan, dan hanya di supply oleh peluang-peluang tertentu saja.
Pada budidaya hidroponik lumayan besar pemakaiannya, karena kalau tidak dilengkapi dengan ke-enam macam unsur mikro it dan dalam grade yang murni, maka kualitas hasil akan turun sekali!

Catatan Penting Hidroponik 96 : PERANAN PROSES RESPIRASI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN.

Oleh : Opa Yos Sutiyoso 
Di dalam sel tanaman ada badan yang bernama “mitochondria”, yang bertugas melakukan proses respirasi atau pernafasan, untuk menghasilkan energi. Di dalam sel, energi tadi digunakan untuk memutar-mutar sitoplama, untuk meratakan distribusi karbohidrat ke seluruh luasan sel. Kemudian di dalam sel tadi, ada suatu badan yang bernama “ribosom”, yang menampung karbohidrat, dan mensintesakan dengan amina, kemudian dengan sulfur, membentuknya menjadi protein. Protein merupakan bahan bangunan membentuk dan pertumbuhan body-nya tanaman.
Energi yang dihasilkan respirasi digunakan untuk merekahkan bunga dari kuncup menjadi bunga mekar sempurna, pertumbuhan ujung akar, pertumbuhan ujung ranting, mengeluarkan tunas dari ketiak daun, menengadahkan bunga ke arah matahari, dsbnya.
Bahan bakar untuk menghasilkan energi adalah terutama karbohidrat, yang dihasilkan oleh proses fotosintesa, menggunakan energi dari gelombang cahaya matahari, yang diikatnya dalam bentuk energi kimia, diawali dalam bentuk glukosa, karbohidrat yang “simple sugars”, yang kandungan energinya tidak seberapa besar, tetapi yang sudah bisa digunakan untuk bahan respirasi/pernafasan, untuk menghasilkan energi, walaupun kecil. Bisa juga digunakan untuk membuat epidermis sel, sitoplasma, nukleus/inti sel, dan ikatan-ikatan organis lainnya. Semua ikatan organis ini dapat dikenali dengan adanya huruf C, karbon, dalam rumus kimianya.
Bila kita beri unsur hara P, misalnya dalam bentuk phosphat, maka proses fotosintesa yang sama akan menghasilkan karbohidrat yang kandungan energi-nya besar sekali, dan dinamakan ATP, adenosine tri phosphate. Ini awal mulanya diperlukan nutrisi.
Bila ATP direspirasikan untuk menghasilkan energi, maka energi yang dihasilkan a.l. digunakan untuk mensintesakan 80 % dari jumlah ATP, dengan ikatan yang mengandung unsur hara nutrisi N, yang bernama amina, dan terbentuklah asam amino, bahan dasar pembuatan protein. Proses ini bisa berlangsung dengan bantuan energi cahaya matahari, di antaranya gelombang pendek cahaya ultra violet, yang tidak kasat mata.
Energi yang terbentuk juga digunakan untuk mensintesakan asam amino dengan sulfat, untuk menjadikannya berbagai bentuk protein. Proses ini dinamakan asimilasi protein, dan protein digunakan untuk membuat pertumbuhan sel, kemudian jaringan (tissue), dan organ tanaman, semisal daun, ranting, dahan, bunga, buah, akar dsbnya. Tanaman tumbuh membesar, hingga akhirnya mencapai masa layak panen.

Catatan Penting Hidroponik 97 : KEUNTUNGAN DAN RISIKO BERHIDROPONIK BERATAPKAN LANGIT

Oleh : Opa Yos Sutiyoso

Mengingat mahalnya dan sulitnya konstruksi greenhouse yang beratapkan plastik UV, maka pembuatan greenhouse yang terbuka atasnya dan beratapkan langit, banyak dilakukan untuk menghemat biaya investasi. Jadi pada lahan yang tersedia dibuatlah instalasi produksi dengan atap yang terbuka. Dengan demikian pembiayaan hanya tersangkut instalasi produksi saja, tanpa ada pengeluaran untuk membuat bangunan greenhouse-nya.
Di lain fihak, timbullah beberapa risiko yang harus dihadapi, yang mungkin timbul, tetapi mungkin pula tidak! Sering kita lihat pula foto-foto di dalam dan di luar negeri, di mana gully produksi berbaris rapih, dilakukan pada lahan terbuka plong tanpa ada peneduhan sedikit pun, tetapi terlihat pertanamannya mulus-mulus saja.
Dengan tiada beratap, matahari di siang hari, di musim kemarau yang cerah, mungkin in- tensitasnya mencapai 10.000 foot candles (atau 110.000 lux), akan merusak semua hormon tumbuh di tanaman, sehingga pertumbuhan akan stagnant, tidak bergerak. Jika derajat pertumbuhan = 0, maka tanaman tidak akan berpenampilan “robust”, gagah, melainkan kerdil dan tidak layak tampil!
Dengan intensitas penyinaran yang tinggi, lettuce sering menjadi “getir”, pahit, terutama batangnya. Bagian tengah pucuk tajuk menjadi bagian yang paling pahit, dan menimbulkan penolakan oleh konsumen. Intensitas matahari yang tinggi rupa-rupanya merangsang pembentukan “alkaloid” yang tersa getir itu.
Intensitas cahaya matahari yang intens, ditambah “exposure time” yang lama, menyebabkan lettuce berwarna hijau tua, sedangkan seyogyanya lettuce bernuansa hijau muda! Kecuali Romaine lettuce, yang memang “dari sono-nya” berwarna hijau gelap. Dengan mengurangi asupan unsur hara Mg sebagai inti chlorophyl, bisa dihasilkan lettuce yang tidak terlampau hijau warnanya.
Intensitas cahaya matahari yang tinggi menyebabkan proses foto-sintesa asimilasi karbohidrat berjalan sangat tegas, sehingga terjadi karbohidrat banyak sekali, dan menyebabkan rasio C/N (karbohidrat/protein) sangat besar, dan tanaman cepat beralih ke fase generatif, dan menghasilkan tangkai bunga, disebut “bolting”, dan menurunkan harga penawaran di supermarket.
Hujan yang sering membasahi daun, menyebabkan lettuce peka terhadap penyakit cendawan Cercospora, penyakit cendawan mata kodok, “frog eye disease”, menyebabkan lettuce tidak layak tampil, dan terpaksa dibagikan kepada tetangga. Dengan meningkatkan asupan unsur hara Ca, P, K, Mg, dan mengurangi amonium, serangan ini bisa diperlunak.

Catatan Penting Hidroponik 98 : SIASAT MENGEJAR JADWAL DELIVERY SAYURAN KE PELANGGAN.

Oleh Opa Yos Sutiyoso

Bayangkan, bila mendapat telefon dari misalnya suatu hotel, yang memesan 100 pak Kailan ukuran besar, untuk delivery dalam waktu seminggu, karena adanya suatu “event” di hotel tersebut, yang memerlukan sekian banyak Kailan untuk masakan tertentu. Ketika disurvey di kebun, nampak bahwa kalau cara perawatan tanaman dilakukan dengan biasa, order itu tidak akan dapat tertenuhi pada waktunya. Kecuali berpengaruh pada penghasilan, hal ini juga berpengaruh pada citra perusahaan hidroponik, yang ngakunya siap sedia sembarang waktu! Apa yang kita harus lakukan.
1. Karena matahari menentukan derajat kecepatan pertumbuhan tanaman, maka hendaknya diusahakan peningkatan intensitas cahaya matahari, misalnya dengan merinso atap plastik sebersih mungkin, mengingat semenjak berdirinya greenhouse belum pernah ada pencucian atap plastik.
2. EC (electro conductivity) yang biasanya 2,0 mS/cm, ditingkatkan menjadi EC 2,5. Malahan, kalau memiliki keberanian yang lebih, digunakanlah EC 3,0, dengn penuh kehati-hatian, karena pada level EC 3,5 ada nilai ambang keracunan (phytotoxicity level), disertai pengertian bahwa semakin tinggi dan mendekati nila ambang keracunan, efisiensi penyerapan hara sangat menurun, deminishing. Dengan kehati-hatian dimaksud, bahwa bila ada angin kering meniup dan RH/kelembaban nisbah menurun, maka kita turunkan sedikit EC ke zona aman.
3. Pada NFT dimana pada gully/talang diberlakukan kelandaian tangens misalnya 2 %, tingkatkan kelandaian menjadi 4 – 5 %. Larutan akan mengalir lebih cepat, berarti peningkatan ketersedianya nutrisi meningkat. Pun “film” larutan pada dasar gully, yang 4 mm tebalnya menjadi 3 mm, yang secara indirect meningkatkan oksigen-terlarut, yang akan berpengaruh positif pada respirasi.
4. Pada NFT berlaku anjuran curah/flowrate 1 liter/gully/menit. Dengan mengganti pompa airnya atau dengan menyetel “backflow”, flowrate diperbesar menjadi 2 liter/gully/menit. Dengan meningkatnya curah, potensi penyerapan nutrisi oleh akar meningkat.
Hasil akhir semua tindakan tersebut di atas, yang dilakukan secara sikron dan holistik/menyeluruh, maka waktu delivery yang diberikan seminggu, sebagian besar bisa terkejar, malahan mungkin terkejar dengan sempurna! Jelas, bahwa semua tindakan ekstra itu harus dilakukan dengan penuh perhitungan dan kehati-hatian.