Friday, 21 October 2016

Modifikasi Iklim Mikro

Oleh : Asep Hermawan





Secara teknikal, properties udara bisa dikondisikan sesuai kebutuhan, jadi jika area tanaman terkondisi maka tanaman/buah bisa berproduksi tanpa mengenal cuaca yang berubah2 diluar ruangan.

Gambar berikut adalah salah satu alat yang bisa difungsikan untuk mengontrol kerja sistem pendingin (cooler), pemanas (heater), dan penambah uap air (humidifier) secara random untuk mencapai target temperatur dan kelembaban yang diinginkan.

Kontroler tersebut bekerja mengatur 8 proses perlakuan pada udara, yaitu:

Proses Heating: proses ini berfungsi menaikkan temperatur (dry bulb) udara tanpa mengurangi kandungan uap air. Jadi proses ini berlangsung pada kondisi moisture content yang konstan sehingga titik embun (dew point) juga berada dalam kondisi konstan. Dalam Psychrometric Chart perubahan yang dihasilkan dari proses ini membuat kondisi udara bergerak dari kiri horizontal ke kanan (ke arah Timur). Beberapa kondisi udara yang mengalami perubahan adalah: naiknya enthalpy, naiknya temperatur (wet bulb), turunnya densitas udara karena terjadi kenaikan spesific volume, dan turunnya kelembaban relatif udara.
Proses Cooling: proses ini berfungsi menurunkan temperatur (dry bulb) udara tanpa mengurangi kandungan uap air. Jadi proses ini berlangsung pada kondisi moisture content yang konstan sehingga titik embun (dew point) juga berada dalam kondisi konstan. Dalam Psychrometric Chart perubahan yang dihasilkan dari proses ini membuat kondisi udara bergerak dari kanan horizontal ke kiri (ke arah Barat). Beberapa kondisi udara yang mengalami perubahan adalah: turunnya enthalpy, turunnya temperatur (wet bulb), naiknya densitas udara karena terjadi penurunan spesific volume, dan naiknya kelembaban relatif udara.
Proses Humidifying: proses ini berfungsi menambahkan kandungan uap air ke udara tanpa merubah temperatur (dry bulb). Jadi proses ini berlangsung pada kondisi temperatur (dry bulb) yang konstan. Dalam Psychrometric Chart perubahan yang dihasilkan dari proses ini membuat kondisi udara bergerak dari bawah vertikal ke atas (ke arah Utara). Beberapa kondisi udara yang mengalami perubahan adalah: naiknya enthalpy, naiknya temperatur (wet bulb), naiknya titik embun (dew point), turunnya densitas udara karena terjadi kenaikan spesific volume, dan naiknya kelembaban relatif udara.
Proses De-humidifying: proses ini berfungsi menurunkan kandungan uap air di udara tanpa merubah temperatur (dry bulb). Jadi proses ini berlangsung pada kondisi temperatur (dry bulb) yang konstan. Dalam Psychrometric Chart perubahan yang dihasilkan dari proses ini membuat kondisi udara bergerak dari atas vertikal ke bawah (ke arah Selatan). Beberapa kondisi udara yang mengalami perubahan adalah: turunnya enthalpy, turunnya temperatur (wet bulb), turunnya titik embun (dew point), naiknya densitas udara karena terjadi penurunan spesific volume, dan turunnya kelembaban relatif udara.
Proses Heating & Humidifying: proses ini berfungsi menaikkan temperatur (dry bulb) dan menaikkan kandungan uap air di udara. Jadi pada proses ini menyebabkan semua properties udara mengalami perubahan. Dalam Psychrometric Chart perubahan yang dihasilkan dari proses ini membuat kondisi udara bergerak menuju arah kanan atas (ke arah Timur Laut). Kondisi udara yang mengalami perubahan adalah: naiknya enthalpy, naiknya temperatur (wet bulb), naiknya titik embun (dew point), turunnya densitas udara karena terjadi kenaikan spesific volume, dan bisa terjadi kenaikan atau penurunan kelembaban relatif udara (tergantung proses heating & humidifying yang diinginkan). Jadi dalam proses ini penambahan uap air bukan berarti akan menaikkan relative humidity-nya.
Proses Heating & De-humidifying: proses ini berfungsi menaikkan temperatur (dry bulb) dan menurunkan kandungan uap air di udara. Dalam Psychrometric Chart perubahan yang dihasilkan dari proses ini membuat kondisi udara bergerak menuju arah kanan bawah (ke arah Tenggara). Kondisi udara yang mengalami perubahan adalah: turun atau naiknya enthalpy atau bisa juga terjadi dalam kondisi enthalpy yang konstan, turun atau naiknya temperatur (wet bulb) atau bisa juga terjadi dalam kondisi temperatur wet bulb yang konstan, turunnya titik embun (dew point), turun atau naiknya densitas udara, turun atau naiknya spesific volume, dan turunnya kelembaban relatif udara.
Proses Cooling & Humidifying: proses ini berfungsi menurunkan temperatur (dry bulb) dan menaikkan kandungan uap air di udara. Dalam Psychrometric Chart perubahan yang dihasilkan dari proses ini membuat kondisi udara bergerak menuju arah kiri atas (ke arah Barat Laut). Kondisi udara yang mengalami perubahan adalah: naik atau turunnya enthalpy atau bisa juga terjadi dalam enthalpy yang konstan, naik atau turunnya temperatur (wet bulb) atau bisa juga terjadi dalam kondisi wet bulb yang konstan, naiknya titik embun (dew point), naik atau turunnya densitas udara atau bisa juga terjadi dalam kondisi densitas yang konstan, naik atau turunnya specific volume atau bisa juga terjadi dalam kondisi specific volume yang konstan, dan kenaikan kelembaban relatif udara.
Proses Cooling & De-humidifying: proses ini berfungsi menurunkan temperatur (dry bulb) dan menurunkan kandungan uap air di udara. Jadi pada proses ini menyebabkan semua properties udara mengalami perubahan. Dalam Psychrometric Chart perubahan yang dihasilkan dari proses ini membuat kondisi udara bergerak menuju arah kiri bawah (ke arah Barat Daya). Kondisi udara yang mengalami perubahan adalah: turunnya enthalpy, turunnya temperatur (wet bulb), turunnya titik embun (dew point),naiknya densitas udara, turunnya spesific volume, dan bisa terjadi kenaikan atau penurunan kelembaban relatif udara (tergantung proses cooling & de-humidifying yang diinginkan).

No comments:

Post a Comment