Saturday, 24 February 2018

Friday, 16 February 2018

CATATAN PENTING HIDRO[PONIK : Jilid II : Nomer urut 131; PENGARUH CUACA TERHADAP PENYERAPAN UNSUR HARA NUTRISI.

Oleh : Opa Yos Sutiyosi

PENGARUH CUACA TERHADAP PENYERAPAN UNSUR HARA NUTRISI.

Diumumkan, bahwa dalam beberapa hari ini hujan akan turun terus menerus, berarti sinar matahari akan berada dalam keadaan kekurangan untuk jangka waktu lama. Coba kita analisa apa yang akan kejadian, dan tindakan apa yang harus kita lakukan, untuk mengurangi kerugian.
Ada proses foto-sintesa asimilasi karbohidrat, sebagai berikut : CO2 + H2O, dalam klorofil/butir hijau daun, dengan bantuan sinar matahari sebagai bahan bakar, terjadi sintesa/penggabungan, yang menghasilkan karbohidrat, C6H12O6, glukosa, simple sugar. Sebagai limbah timbullah oksaigen, O2, yang lepas ke udara. Simple sugar ini digunakan sebagai bahan baku dalam proses respirasi/pernafasan, digunakan untuk memperoleh energi.
Energi diperlukan untuk membiayai proses kehidupan dan pertumbuhan, semua gerak dalam sel, jaringan, dan organ tumbuhan. Bila tidak ada energi, pengambilan air dan nutrisi dari media tanam pun tidak bisa berlangsung. Bila tidak ada atau sedikit sekali sinar matahari, maka energi yang tersedia juga hanya sedikit sekali.
Nah, di hari hujan, atau mendung, atau langit penuh berawan, matahari yang bisa menyinari tanaman hidroponik juga sangat kurang. Akibatnya foto-sintesa kendur, pembentukan karbohidrat rendah, energi kurang tersedia, akar tidak berdaya menyerap air dan nutrisi dari media tanam, maka pertumbuhan tanaman stagnan. Tanaman pucat, ku-ti-lang, penampilannya buruk, produksi rendah! Jelaslah bahwa pengaruh cuaca sangat kuat terhadap penyerapan nutrisi dari media tanam.
Memerintahkan matahari muncul dari balik awan, kita tidak kuasa. Tetapi, kita punya otak, punya ketrampilan, memiliki banyak kawan dan sejawat yang bisa memberi asistensi menghadapi kesulitan ini. Timbullah beberapa gagasan, yang antara lain adalah :
Ditingkatkan asupan phosphat ke dalam tandon A-B mix, mengingat bahwa unsur hara P bisa meningkatkan kegiatan merubah energi gelombang cahaya matahari, menjadi energi kimia dalam bentuk karbohidrat, walau intensitas cahaya mataharinya rendah.
Dengan adanya unsur P, maka karbohidrat yang terjadi adalah yang “powerful”, kandungan energinya tinggi, dan bernama ATP (adenosin tri phosphat). Tenaga yang dahsyat itu sanggup menyerap unsur hara nutrisi yang berat sekalipun, misalnya K = 39, Ca 40, Fe 57, dsbnya. Hilanglah semua gejala defisiensi! ATP pun dapat menjadi serat kasar/crude fiber, bahan pembuat epidermis/dinding sel, yang mempunyai toleransi tinggi menahan serangan penyakit cendawan. ATP pun bahan baku pembuatan protein!
Ditingkatkan asupan Mg, magnesium, yang merupakan inti dari molekul klorofil/butir hijau daun, sehingga jumlah dan kualitas klorofilnya meningkat, begitu pula hasil kerjanya berfoto-sintesa.
Ditingkatkan asupan K, kalium, yang merupakan pengatur proses foto-sintesa, distribusi hasil asimilasi, pengangkutan, penggudangannya di tempat yang diperlukan, sangat memacu pertumbuhan.